— Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) memastikan koordinasi kebijakan di sektor keuangan tetap berjalan solid meskipun Perry Warjiyo telah mengundurkan diri sebagai Gubernur Bank Indonesia (BI). KSSK menegaskan bahwa sinergi antarotoritas tetap terjaga demi menjaga stabilitas sistem keuangan dan kepercayaan pasar.

Menteri Keuangan yang juga menjabat sebagai Ketua KSSK, Purbaya Yudhi Sadewa, menyatakan bahwa koordinasi antarlembaga yang tergabung dalam KSSK tetap berjalan kuat. Hal ini memastikan arah kebijakan ekonomi dan keuangan tidak mengalami perubahan.

“Yang penting, kami tunjukkan ke pasar bahwa kebijakan kita tetap solid, pro-growth, pro-stabilitas, dan market-friendly,” ujar Purbaya dalam konferensi pers di Gedung Pacific Century Place, Jakarta, Selasa (28/7/2026).

KSSK sendiri terdiri dari Kementerian Keuangan, Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Lembaga ini bertugas menjaga stabilitas sistem keuangan melalui koordinasi kebijakan.

Purbaya juga menyampaikan keyakinannya terhadap kemampuan Destry Damayanti yang kini menjabat sebagai Pejabat Sementara (Pjs) Gubernur BI. Menurutnya, Destry bukan sosok baru dalam pengelolaan stabilitas sistem keuangan karena telah lama terlibat dalam koordinasi KSSK.

Destry memiliki rekam jejak panjang dalam koordinasi KSSK, baik saat bertugas di Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) maupun sebagai Deputi Gubernur Senior BI. “Ibu Destry bukan pemain baru kan dia pemain lama. Jadi dia sudah terlibat dengan proses KSSK sudah cukup lama. Bahkan dia dulu main ganda di LPS dan BI,” terang Purbaya.

Destry memiliki pengalaman di berbagai institusi strategis, mulai dari ekonom di Bank Mandiri, Anggota Dewan Komisioner LPS, hingga Deputi Gubernur Senior BI sejak 2019 dan kembali menjabat untuk periode 2024–2029. Setelah Perry Warjiyo mengundurkan diri pada Juli 2026, Destry ditunjuk sebagai Pjs Gubernur BI hingga ditetapkannya gubernur definitif.

“Jadi knowledge-nya amat baik dan mumpuni untuk memastikan kebijakan moneter berjalan sesuai dengan apa yang seharusnya,” ujar Purbaya.

Di sisi lain, Guru Besar Universitas Airlangga, Rahma Gafmi, menilai pengunduran diri Perry Warjiyo berpotensi memicu dampak psikologis dan volatilitas jangka pendek di pasar keuangan. Menurutnya, pergantian pimpinan bank sentral di tengah tekanan ekonomi global dapat memunculkan spekulasi mengenai arah kebijakan moneter ke depan.

“Pergantian pucuk pimpinan bank sentral di tengah tekanan ekonomi makro dan fluktuasi nilai tukar dapat memicu spekulasi pasar terhadap arah konsistensi bauran kebijakan moneter selanjutnya,” ujar Rahma.

Ia menilai penunjukan Destry Damayanti sebagai Pjs Gubernur BI merupakan langkah penting untuk menjaga kesinambungan kebijakan karena berasal dari internal Bank Indonesia. Namun demikian, Rahma mengingatkan respons positif pasar tidak hanya bergantung pada pergantian kepemimpinan, melainkan juga efektivitas langkah-langkah stabilisasi yang ditempuh BI ke depan.

“Pelaku pasar akan terus mencerminkan reaksi mereka pada efektivitas langkah-langkah stabilisasi lanjutan yang diambil BI pasca-pengumuman ini, terutama dalam menjaga kepercayaan terhadap instrumen rupiah dan pengendalian inflasi di tengah ketidakpastian global,” terang Rahma.