— Pemerintah berencana untuk kembali memaksimalkan program stimulus diskon tarif transportasi pada periode Natal 2026 dan Tahun Baru 2027 (Nataru). Langkah ini diambil menyusul keberhasilan program serupa pada periode liburan anak sekolah yang mencatat rata-rata serapan anggaran di atas 90%.

Corporate Secretary PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni), Ditto Pappilanda, menyatakan bahwa pihaknya akan terus mengoptimalkan serapan stimulus transportasi untuk angkutan penumpang pada periode Nataru. “Salah satunya dengan mengedukasi masyarakat untuk menyiapkan perjalanan lebih awal, melakukan pembelian tiket di konter resmi PT Pelni. Ini yang akan kami maksimalkan agar pelayanan dan serapan bisa lebih berkualitas dan lebih tinggi,” ujarnya dalam diskusi transportasi di Jakarta, Kamis (30/7/2026).

Perusahaan pelat merah ini melaporkan bahwa insentif Liburan Anak Sekolah PT Pelni akan berakhir pada 15 Agustus 2026 dengan total penyerapan anggaran mencapai Rp66,5 miliar per 29 Juli 2026. “Proyeksi kami untuk penumpang stimulus periode Liburan Anak Sekolah bisa mencapai 693 ribu pax di mana realisasi per 29 Juli 2026 sudah mencapai 674 ribu pax,” jelasnya.

Ditto menambahkan bahwa pada periode Nataru, sosialisasi akan terus dilakukan dengan fokus pada peningkatan layanan dan pemesanan tiket. “Yang pasti akan kami tingkatkan lagi dari sisi layanan dan juga sosialisasi baik dari sisi promo tiket dan layanan lain di atas kapal,” pungkasnya.

Sementara itu, Manager Humas KAI Daop I Jakarta, Franoto Wibowo, menyampaikan bahwa realisasi penyerapan anggaran PT KAI untuk periode Liburan Anak Sekolah mencapai Rp90,96 miliar atau 94,53% dari alokasi Rp96,22 miliar. Sebanyak 1,3 juta pelanggan memanfaatkan diskon tarif ini, yang setara dengan 37,8% dari total 3.451.031 pelanggan yang dilayani KAI selama masa libur sekolah.

Jumlah pelanggan yang memanfaatkan diskon tarif meningkat sekitar 11% secara tahunan. “Ini bahkan sampai war tiket di mana calon pelanggan jauh-jauh hari memesan tiketnya,” ungkapnya. Franoto menambahkan bahwa KAI akan terus memperbaiki layanan digital melalui penyempurnaan aplikasi Access by KAI. “Ini akan kita maksimalkan lagi di masa Nataru. Tujuannya agar proses pembelian tiket tetap berjalan lancar pada masa puncak perjalanan. Meski begitu, pelaksanaan program tetap mengikuti kebijakan pemerintah serta kemampuan operator menyediakan sarana dan kapasitas tambahan,” tegasnya.

Di sektor angkutan penyeberangan, PT ASDP Indonesia Ferry melayani dua juta penumpang dan 502 ribu unit kendaraan selama periode liburan anak sekolah. Group Head of Commercial Shipping Business ASDP Indonesia Ferry, Rizki Dwianda, menyatakan jumlah pengguna selama program berlangsung meningkat sekitar 8%, lebih tinggi dibandingkan rata-rata kenaikan sebelumnya yang berkisar 5%. ASDP menargetkan pertumbuhan sedikitnya 9,5% pada akhir tahun dan berharap penyerapan anggaran mencapai 100%.

Sebelumnya, Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi menyatakan bahwa pemerintah telah menyiapkan stimulus ekonomi melalui sektor transportasi untuk menjaga mobilitas masyarakat tetap terjangkau sekaligus mendorong perputaran ekonomi nasional. Stimulus ini mencakup semua moda transportasi, baik darat, laut, udara, dan kereta api.

Untuk periode Natal dan Tahun Baru 2026–2027, Kemenhub bersama para pemangku kepentingan menyiapkan stimulus lanjutan di sektor transportasi. Skema yang disusun mencakup diskon kereta api ekonomi, angkutan laut, dan penyeberangan dengan total estimasi manfaat bagi 1.647.435 penumpang dan 467.118 kendaraan. “Melalui rangkaian stimulus dan pembangunan infrastuktur transportasi tersebut, Kemenhub menegaskan komitmennya untuk menghadirkan transportasi yang lebih inklusif, terjangkau, dan terkoneksi,” ujar Menhub Dudy.

Pelaksana tugas Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik (BKIP) Kemenhub, Farida Makhmudah, menambahkan bahwa Kemenhub akan terus melakukan sosialisasi untuk memudahkan warga mendapatkan informasi diskon tarif Nataru, mengacu pada evaluasi positif periode liburan anak sekolah.

Pengamat transportasi dari Unika Soegijapranata Semarang, Djoko Setijowarno, menilai tantangan ke depan ada pada musim puncak seperti Nataru. “Yang harus diperbaiki adalah ketersediaan informasi/ sosialisasi sedini mungkin. Ini juga untuk mengedukasi masyarakat bagaimana merencanakan perjalanan sejak awal agar tidak menjadi masalah ketika pelaksanaannya,” kata Djoko.

Pemerintah telah menyediakan paket stimulus ekonomi senilai Rp 26,34 triliun untuk semester II-2026, di mana Rp2,04 triliun di antaranya dialokasikan untuk stimulus dan insentif sektor transportasi. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan bahwa anggaran ini disiapkan untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus menopang pertumbuhan ekonomi nasional.

Untuk periode Nataru, insentif dan stimulus meliputi diskon 30% harga tiket Kereta Api (22 Desember 2026 – 4 Januari 2027) dan 30% tarif dasar Kapal Pelni (17 Desember 2026 – 10 Januari 2027). Selain itu, tarif jasa kepelabuhanan ASDP digratiskan (22 Desember 2026 – 10 Januari 2027) dengan alokasi Rp161,4 miliar, serta subsidi PPN DTP 100% untuk penerbangan domestik kelas ekonomi dengan anggaran Rp722 miliar.