Detak Media — Nilai tukar rupiah (IDR) diprediksi akan terus menunjukkan tren pelemahan terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan Rabu, 5 Agustus 2026. Kondisi ini mengikuti penutupan perdagangan Selasa sore (4/8/2026) yang berakhir dengan pelemahan 30 poin atau 0,17%, membawa rupiah ke level Rp 18.027 per dolar AS dari posisi sebelumnya di Rp 17.997 per dolar AS.
Direktur PT. Traze Andalan Futures, Ibrahim Assuaibi, memperkirakan mata uang rupiah akan bergerak fluktuatif namun cenderung melemah pada rentang Rp 18.030 – Rp 18.080 per dolar AS untuk perdagangan hari ini. Ia menjelaskan bahwa pelemahan rupiah ini dipicu oleh kombinasi sentimen dari sisi internal dan eksternal.
Dari dalam negeri, pelemahan rupiah diperparah oleh rilis data neraca perdagangan Indonesia pada Juni 2026 yang menunjukkan defisit sebesar US$ 450 juta. Penurunan posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Juli 2026 yang tercatat di level US$ 145 miliar juga turut membebani rupiah.
Pasar juga menunjukkan sikap kehati-hatian menjelang rilis data Produk Domestik Bruto (PDB) kuartal kedua tahun 2026. Pasar mengantisipasi perlambatan pertumbuhan ekonomi dibandingkan lonjakan 5,6% pada kuartal sebelumnya. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II/2026 akan melambat ke kisaran 5,4%.
Sementara itu, dari sisi eksternal, ketidakpastian yang timbul dari konflik antara Amerika Serikat dan Iran di Timur Tengah turut memengaruhi nilai tukar rupiah. Data pelayaran menunjukkan pergerakan tanker raksasa di Laut Merah, termasuk perubahan haluan kapal tanker berbendera Arab Saudi di Teluk Aden dan melintasnya dua kapal tanker minyak Saudi di Selat Bab el-Mandeb. Lalu lintas di Selat Hormuz dilaporkan melambat pasca laporan serangan terhadap kapal-kapal.
Fokus pasar pada hari ini tertuju pada laporan Lowongan Kerja JOLTS yang akan dirilis malam ini pukul 21.00 WIB. Selain itu, data Ketenagakerjaan Non-Pertanian (NFP) yang dijadwalkan rilis pada hari Jumat juga menjadi perhatian utama pasar minggu ini.
Ikuti Detak Media

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.