— Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan respons santai terkait rumor yang kembali mengaitkan namanya dalam bursa calon Gubernur Bank Indonesia (BI). Ia menegaskan bahwa fokus utamanya saat ini adalah menjalankan tugas sebagai Menteri Keuangan dan merasa bersyukur atas amanah yang telah diemban.

Purbaya menyampaikan hal tersebut saat dimintai tanggapan mengenai isu yang menyebut dirinya masih menjadi salah satu kandidat kuat untuk posisi Gubernur BI. Ia mengakui sering namanya muncul dalam berbagai bursa pencalonan, namun belum pernah terpilih.

“Kalau setiap bursa itu saya selalu masuk ke mana-mana, tetapi enggak pernah jadi. Jadi saya di sini (jadi Menkeu) sudah syukurlah,” ujar Purbaya saat ditemui di Kantor Pusat Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Jakarta, Senin (3/8/2026).

Lebih lanjut, Purbaya tidak mengonfirmasi adanya pembicaraan spesifik mengenai pencalonannya sebagai Gubernur BI. Ia juga tidak menyatakan minat untuk mengikuti proses pemilihan maupun adanya komunikasi dengan pihak Istana atau Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) terkait posisi tersebut.

Munculnya rumor mengenai calon Gubernur BI ini terjadi di tengah masa transisi kepemimpinan di bank sentral. Pemerintah sebelumnya telah menerima pengunduran diri Perry Warjiyo dari jabatannya sebagai Gubernur BI. Sementara itu, Deputi Gubernur Senior BI, Destry Damayanti, kini menjalankan tugas sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur BI.

Sebelumnya, Komisi XI DPR telah menyatakan bahwa Destry Damayanti akan menjalankan tugas tersebut hingga Presiden RI mengusulkan calon Gubernur BI definitif kepada DPR sesuai dengan mekanisme yang berlaku.

Dalam kesempatan yang sama, Purbaya juga secara tegas menepis isu mengenai rencana penempatan Bank Indonesia di bawah koordinasi Kementerian Keuangan. Menurutnya, pembahasan mengenai perubahan struktur kelembagaan seperti itu masih terlalu dini untuk dibicarakan.

Ia berpendapat bahwa pemerintah bersama dengan otoritas sektor keuangan saat ini perlu lebih memusatkan perhatian pada upaya peningkatan kinerja dan penguatan koordinasi antarlembaga yang tergabung dalam Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK). Purbaya menekankan bahwa sinergi antara Kementerian Keuangan, Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) merupakan kunci agar kebijakan fiskal, moneter, pengawasan sektor keuangan, serta penjaminan simpanan dapat berjalan selaras. Hal ini penting dalam menjaga stabilitas sistem keuangan di tengah ketidakpastian ekonomi global yang masih membayangi.