— WASHINGTON – Seorang mantan agen kontra-intelijen Biro Investigasi Federal (FBI) ditangkap atas dugaan pencurian aset kripto senilai hampir US$ 1 juta, atau sekitar Rp 18 miliar. Dana tersebut dicuri dari akun yang sedang dipantau oleh lembaga penegak hukum Amerika Serikat.

Tersangka, Patrick Steven Yaroch, pernah bertugas di Divisi Kontra-Intelijen dan Spionase FBI. Ia diduga menyalahgunakan akses sistem internal pemerintah untuk menguras dana dari dompet kripto yang terhubung dengan pihak musuh asing, yang menurut dokumen pengadilan memiliki keterkaitan dengan Rusia.

Menurut laporan CNN Internasional, Yaroch mengaku frustrasi dengan cara FBI mengelola akun-akun tersebut. Merasa tidak puas, ia membuat dompet kripto pribadi pada akhir tahun 2024. Selanjutnya, ia mengakses basis data FBI untuk memperoleh frasa sandi (passphrases) dari akun sasaran, lalu memindahkan dana tersebut melalui 10 hingga 12 transaksi terpisah.

Penyidik memperkirakan total nilai kripto yang dicuri mencapai sekitar US$ 1 juta. Namun, saat penggeledahan di rumahnya di Ashburn, Virginia, otoritas hanya berhasil menyita dana senilai US$ 925.426. Petugas juga menemukan dompet kripto fisik (hardware wallet), catatan tulisan tangan mengenai frasa pemulihan (seed phrases), serta dokumen yang mengindikasikan rencananya untuk pindah ke luar negeri, termasuk berkas terkait Portugal.

“Begitu mengetahui tuduhan ini, FBI langsung mengambil tindakan tegas, memulai investigasi, dan akhirnya mengeksekusi surat perintah penangkapan terhadap yang bersangkutan minggu lalu,” ujar juru bicara FBI. Ia menambahkan, “Kami menuntut standar etika tertinggi dari seluruh pegawai. Perilaku seperti ini sama sekali tidak ditoleransi di lingkungan FBI. Kami tengah melakukan penyelidikan menyeluruh, dan karena proses hukum masih berjalan, kami tidak dapat memberikan komentar lebih lanjut.”

Dalam ponsel Yaroch, petugas menemukan riwayat percakapan aplikasi ChatGPT. Dokumen pengadilan mencatat bahwa Yaroch sempat meminta saran tentang cara menginvestasikan atau membelanjakan uang senilai US$ 1 juta, serta menanyakan tata cara pindah ke luar negeri.

Yaroch akhirnya mengakui perbuatannya kepada seorang rekan kerja sebelum melapor ke Departemen Kehakiman AS (DoJ) dan mengakui telah mengambil keputusan yang salah. Ia langsung dipecat dan ditangkap pada hari yang sama saat kediamannya digeledah.

Saat ini, Yaroch dijerat tuduhan pengangkutan barang curian lintas negara bagian serta penerimaan barang curian. Hakim komisaris federal telah memerintahkan agar Yaroch ditahan sementara selama proses hukum berlangsung. Kuasa hukum Yaroch belum memberikan pernyataan resmi terkait tuduhan tersebut.

Kasus ini menyoroti tantangan penanganan aset digital dalam kejahatan lintas negara dan spionase. Pemantauan transaksi kripto yang melibatkan entitas asing sering dilakukan secara tertutup untuk melacak jaringan finansial ilegal tanpa menyita aset secara terbuka. Kasus Yaroch mengungkap potensi celah pengawasan internal (insider threat) di lembaga intelijen AS, di mana penggunaan akses wewenang khusus untuk kepentingan pribadi dapat mengganggu operasi intelijen sensitif.