— Kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan secara menyeluruh terus meningkat. Kesehatan kini tidak hanya dikaitkan dengan kebugaran fisik, tetapi juga mencakup kondisi mental, emosional, pola aktivitas, serta pemenuhan asupan gizi sehari-hari.

Temuan NielsenIQ (NIQ) 2025 menunjukkan, sebanyak 69% masyarakat Indonesia menilai kesehatan mental dan emosional kini lebih penting dibandingkan lima tahun sebelumnya. Perubahan ini menunjukkan bahwa pendekatan terhadap hidup sehat makin bergeser ke arah yang lebih holistik. Dalam pendekatan tersebut, aktivitas fisik, istirahat yang cukup, pengelolaan stres, pemahaman kondisi tubuh, serta pemenuhan kebutuhan gizi menjadi bagian yang saling berkaitan.

Business Executive Officer Adult Dairy & Food PT Nestlé Indonesia, Johanlie Aliffin mengatakan, menjaga kesehatan perlu dilakukan secara menyeluruh, bukan hanya dengan mempertahankan kebugaran fisik. Menurut ia, keseimbangan antara aktivitas fisik, relaksasi, pemahaman kondisi tubuh, serta pemenuhan asupan gizi menjadi bagian penting dalam membangun kebiasaan hidup sehat. “Kesehatan yang optimal tidak hanya ditentukan oleh kondisi fisik, tetapi juga keseimbangan antara tubuh dan pikiran,” ujarnya.

Johanlie menambahkan, masyarakat perlu membangun kebiasaan menjaga kesehatan secara konsisten agar tetap aktif dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Upaya mendorong pola hidup sehat tersebut, lanjutnya, antara lain dilakukan melalui kegiatan “A Day of Purity 2026” yang digelar Nestlé Bear Brand di Jakarta. Kegiatan yang diikuti 285 peserta itu menghadirkan sejumlah aktivitas kebugaran dan edukasi kesehatan.

Peserta mengikuti sesi yoga dan meditasi, pilates, serta latihan kebugaran HYROX dengan tingkat intensitas yang berbeda. Selain aktivitas fisik, peserta juga memperoleh kesempatan melakukan pemeriksaan kulit, evaluasi kondisi tulang dan sendi, serta berkonsultasi dengan tenaga kesehatan.

Aktris Raline Shah yang turut mengikuti kegiatan tersebut mengungkapkan bahwa menjaga kesehatan tidak hanya berarti rutin berolahraga, tetapi juga memahami kebutuhan tubuh dan memberi waktu yang cukup untuk beristirahat. Ia menilai pemenuhan asupan gizi juga perlu diperhatikan sebagai bagian dari rutinitas menjaga kesehatan. “Berolahraga membantu tubuh tetap kuat, sementara meluangkan waktu untuk bergerak, beristirahat, dan mengenali kebutuhan diri juga penting untuk menjaga keseimbangan mental,” katanya.

Sementara itu, peserta kegiatan Cindy Gulla mengatakan pemeriksaan kondisi tubuh dapat membantu meningkatkan kesadaran terhadap kebutuhan kesehatan masing-masing individu. Menurut ia, kebiasaan hidup sehat tidak hanya berkaitan dengan aktivitas fisik, tetapi juga kemampuan memahami kondisi tubuh, beristirahat dengan cukup, dan menjaga pola konsumsi.

Selain aktivitas kebugaran, perhatian terhadap kesehatan tulang, sendi, dan kulit juga menjadi bagian dari pendekatan kesehatan menyeluruh. Dalam konteks ini, kebutuhan protein, vitamin, mineral, dan zat gizi lainnya perlu dipenuhi melalui pola makan yang seimbang.

Produk susu dengan tambahan kolagen dan vitamin C turut diperkenalkan dalam kegiatan tersebut sebagai salah satu pilihan asupan. Namun, pemenuhan kebutuhan gizi tetap perlu disesuaikan dengan pola makan, kondisi kesehatan, serta kebutuhan masing-masing individu.

Secara umum, pendekatan kesehatan holistik menekankan bahwa kebugaran fisik, kesehatan mental, kualitas istirahat, serta pola makan tidak berdiri sendiri. Kebiasaan yang dilakukan secara konsisten menjadi salah satu faktor penting untuk menjaga kesehatan dalam jangka panjang.