— JAKARTA – Perwakilan pemerintah, institusi Eropa, mitra pembangunan, pelaku industri, dan pakar transportasi berkumpul dalam Indonesia–Europe Roundtable on Sustainable Transport Development yang bertepatan dengan RailwayTech Indonesia 2026. Forum ini menegaskan komitmen bersama Indonesia dan Eropa untuk memperkuat pembangunan infrastruktur transportasi yang berkelanjutan, tangguh, dan berkualitas tinggi melalui kemitraan internasional.

Acara yang diselenggarakan oleh MASKA (Masyarakat Perkeretaapian Indonesia) bekerja sama dengan Uni Eropa, Pemerintah Jerman, dan KfW Development Bank ini merupakan bagian dari inisiatif Global Gateway Uni Eropa. Diskusi memberikan wadah bagi para pemangku kepentingan untuk bertukar pandangan mengenai masa depan sektor mobilitas dan perkeretaapian Indonesia.

Pembahasan difokuskan pada integrasi transportasi multimoda, Transit-Oriented Development (TOD), peluang pembiayaan dan investasi, serta peran kerja sama internasional dalam mempercepat sistem transportasi yang berkelanjutan, rendah karbon, dan inklusif. Dalam konteks ini, para peserta menyoroti peran Jerman sebagai mitra jangka panjang sektor mobilitas Indonesia, menekankan kesiapan mereka untuk membiayai infrastruktur berkualitas tinggi dan mendukung reformasi struktural terkait.

Perusahaan-perusahaan Eropa juga berkesempatan memamerkan keahlian dan solusi inovatif mereka untuk mendukung modernisasi transportasi di Indonesia. Sebagai salah satu kegiatan unggulan dalam inisiatif Global Gateway, forum ini menegaskan komitmen Uni Eropa untuk memperkuat konektivitas yang berkelanjutan melalui investasi strategis, alih teknologi, dan kemitraan jangka panjang.

Salah satu contoh nyata dari kerja sama tersebut adalah kontribusi penting Jerman dalam pengembangan transportasi perkotaan di Indonesia melalui proyek Surabaya Regional Railway Line (SRRL). Proyek yang dilaksanakan oleh KfW Development Bank ini menyediakan pendanaan sebesar €236 juta untuk tahap pertama. Pendanaan ini bertujuan memodernisasi dan mengelektrifikasi jalur komuter Surabaya–Sidoarjo, sehingga mendukung terwujudnya sistem transportasi yang tangguh terhadap perubahan iklim.

Forum ini mendorong dialog mengenai peluang kolaborasi konkret untuk mendukung transformasi sektor mobilitas serta pembangunan ekonomi Indonesia, dengan mempertemukan institusi pemerintah, mitra pembangunan, lembaga keuangan, asosiasi bisnis, dan sektor swasta. Oliver Sperling, Designated Deputy Head of Mission Kedutaan Besar Republik Federal Jerman di Jakarta, menyatakan, “Jerman dan Indonesia telah membangun kemitraan yang erat dan saling percaya dalam pengembangan infrastruktur transportasi selama bertahun-tahun. Kami bangga dapat mendukung ambisi Indonesia dalam mewujudkan mobilitas berkelanjutan melalui berbagai inisiatif, termasuk proyek Surabaya Regional Railway Line (SRRL).”

Diskusi ditutup dengan komitmen bersama untuk mempererat kerja sama Indonesia dan Eropa dalam pengembangan transportasi berkelanjutan. Melalui penguatan kemitraan antara sektor publik dan swasta, forum ini diharapkan dapat membuka peluang investasi baru, mendorong penerapan solusi transportasi yang inovatif, serta berkontribusi pada pengembangan sistem transportasi Indonesia yang modern, efisien, inklusif, dan tangguh terhadap perubahan iklim.

Oliver menambahkan, “Seiring langkah Indonesia menuju sistem transportasi yang tangguh terhadap perubahan iklim dan berorientasi pada masa depan, perusahaan-perusahaan Jerman dan Eropa siap bekerja sama dengan menghadirkan keahlian berkualitas tinggi, teknologi inovatif, serta solusi yang berkelanjutan. Untuk mencapai tujuan tersebut, forum dialog seperti roundtable hari ini memiliki peran penting dalam mempertemukan para mitra dan mendorong investasi yang memperkuat sistem transportasi publik yang efisien, andal, dan berkelanjutan bagi masyarakat.”