Detak Media — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil ditutup melesat pada perdagangan Jumat, 7 Agustus 2026. Indeks tercatat menguat 65,94 poin atau 1,04% ke posisi 6.409,65.
Perdagangan hari ini mencatat total nilai transaksi senilai Rp 16,09 triliun dengan volume 37,46 miliar saham. Frekuensi transaksi mencapai 2,19 juta kali. Sebanyak 355 saham menguat, 235 saham melemah, dan 203 saham lainnya stagnan.
Saham-saham unggulan yang tergabung dalam LQ45 juga menunjukkan performa positif, melesat 1,5%. Hampir seluruh sektor saham tercatat menguat, dengan sektor infrastruktur memimpin penguatan sebesar 2,06%.
Sektor lain yang turut berkontribusi pada penguatan IHSG antara lain sektor barang baku yang naik 1,59%, sektor barang konsumsi primer 1,15%, sektor energi 1,11%, dan sektor teknologi 1,1%. Sementara itu, pelemahan hanya terjadi pada sektor barang konsumsi non primer yang turun 0,91% dan sektor kesehatan 0,11%.
Pergerakan positif juga terlihat di bursa saham Asia. Mayoritas indeks utama menguat, seperti Straits Times Singapura yang naik 0,94%, Shanghai China 1,02%, dan Hang Seng Hong Kong 0,54%. Nikkei Jepang menjadi satu-satunya indeks yang melemah tipis 0,12%.
Analis Pilarmas Investindo Sekuritas menyatakan bahwa penguatan IHSG ditopang oleh data cadangan devisa Indonesia yang dirilis Bank Indonesia (BI). Pada akhir Juli 2026, cadangan devisa tercatat sebesar US$ 145,3 miliar. Angka ini dinilai cukup untuk membiayai 5,5 bulan impor atau 5,3 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, jauh di atas standar internasional yang mensyaratkan tiga bulan impor.
Di tengah penguatan IHSG, sejumlah saham berhasil terbang hingga menyentuh batas auto rejection atas (ARA) dan menduduki daftar top gainers. Harga saham-saham ini melonjak lebih dari 24%.
Tiga saham yang mencatat ARA adalah PT Voksel Electric Tbk (VOKS) yang melonjak 35% ke Rp 270, PT Rockfields Properti Indonesia Tbk (ROCK) yang naik 25% ke Rp 1.875, dan PT M Cash Integrasi Tbk (MCAS) yang menguat 24,37% ke Rp 296.
Sebaliknya, PT Tunas Alfin Tbk (TALF) menjadi saham dengan pelemahan terdalam hingga menyentuh batas auto rejection bawah (ARB). Harga saham TALF ambles 14,63% menjadi Rp 875.
Ikuti Detak Media

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.