Detak Media — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi akan mengalami penguatan terbatas pada perdagangan Senin, 3 Agustus 2026. Proyeksi ini didasarkan pada pergerakan pasar domestik dan sentimen global.
Di kancah internasional, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan kesediaannya untuk menunda serangan militer ke Iran, asalkan Iran dan negara-negara Timur Tengah bersedia mencapai kesepakatan dengan Amerika. Desakan untuk menahan diri juga datang dari Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman, yang mendorong Iran untuk mengedepankan dialog guna meredakan ketegangan regional.
Memasuki awal bulan Agustus, data ekonomi dalam negeri menjadi perhatian utama yang berpotensi memberikan sentimen positif bagi pergerakan pasar. Sejumlah data penting dijadwalkan rilis pada hari ini, termasuk Purchasing Managers’ Index (PMI) Manufaktur yang diperkirakan masih berada dalam fase kontraksi. Selain itu, neraca perdagangan juga diproyeksikan masih mencatat defisit.
Analis dari Pilarmas Sekuritas memproyeksikan data inflasi, baik secara bulanan (MoM) maupun tahunan (YoY), berpotensi mengalami penurunan. Sementara itu, Indeks Harga Konsumen (CPI) Inti (Core CPI) secara tahunan justru diprediksi mengalami kenaikan.
Fokus pelaku pasar dan investor juga akan tertuju pada rilis data Produk Domestik Bruto (PDB) kuartal kedua tahun 2026, yang dijadwalkan pada 5 Agustus mendatang. Secara kuartalan (QoQ), PDB diprediksi mengalami kenaikan, namun secara tahunan (YoY) diproyeksikan bergerak di kisaran 5,08% hingga 5,15%.
Berdasarkan analisis teknikal, Pilarmas melihat IHSG memiliki potensi menguat terbatas dengan level support di angka 6.130 dan level resistance di 6.260.
Untuk perdagangan Senin, 3 Agustus 2026, Pilarmas Investindo Sekuritas merekomendasikan tiga saham pilihan untuk aktivitas trading, yaitu saham dari PT Unilever Tbk (UNVR), PT Nusantara Citra Lestari Tbk (NCKL), dan PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk (HMSP).
Ikuti Detak Media

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.