— Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat pada pembukaan perdagangan Jumat (21/8/2026), melanjutkan reli setelah sehari sebelumnya menembus kembali level psikologis 6.500.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) sekitar pukul 09.00 WIB, IHSG berada di level 6.526,30, menguat 24,71 poin atau 0,38% dari posisi penutupan sebelumnya di 6.501,59. IHSG dibuka di level 6.524,07 dan sempat menyentuh level tertinggi 6.531,49 serta terendah 6.522,92 pada awal perdagangan.

Penguatan IHSG berlangsung cukup solid dengan mayoritas saham berada di zona hijau. Sebanyak 307 saham menguat, 101 saham melemah, sementara 555 saham lainnya stagnan. Nilai transaksi pada awal perdagangan mencapai Rp307,1 miliar dengan volume perdagangan sebanyak 588,6 juta saham. Frekuensi transaksi tercatat sebanyak 47.950 kali.

Perdagangan IHSG hari ini berpotensi dibayangi sentimen eksternal dan domestik. Dari global, perhatian investor tertuju pada perkembangan konflik AS-Iran yang berpotensi meningkatkan kekhawatiran terhadap pasokan energi dan jalur pelayaran di Selat Hormuz. Pasar juga mencermati kenaikan kembali yield US Treasury tenor panjang dan perdebatan arah suku bunga dalam risalah FOMC The Fed yang dapat membatasi ruang penguatan aset berisiko.

Dari Asia, inflasi Jepang kembali meningkat menjadi 2% secara tahunan pada Juli, sementara neraca perdagangan mencatat defisit. Di China, PBOC mempertahankan LPR 1 tahun di 3% dan LPR 5 tahun di 3,5% untuk bulan ke-15 berturut-turut, di tengah tanda-tanda perlambatan ekonomi domestik.

Dari dalam negeri, investor akan mencermati rilis Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) dan Transaksi Berjalan kuartal II-2026 dari Bank Indonesia. Data terbaru ini akan menjadi indikator penting untuk melihat apakah tekanan sektor eksternal mulai mereda dan arus modal asing menguat. Bank Indonesia juga akan merilis data uang beredar Juli 2026 yang akan menjadi perhatian untuk melihat perkembangan likuiditas dan momentum penyaluran kredit.