Detak Media — Harga Bitcoin kembali mencuri perhatian pasar setelah melonjak tajam hingga menembus level US$70.000. Pergerakan tersebut membawa aset kripto terbesar di dunia ini ke level tertinggi dalam sekitar dua bulan, sekaligus menghidupkan kembali optimisme investor terhadap pasar kripto.
Pada 20 Agustus 2026, Bitcoin sempat bergerak hingga sekitar US$72.000 sebelum mengalami sedikit koreksi. Kenaikan tersebut menjadi salah satu penguatan harian terbesar Bitcoin dalam beberapa bulan terakhir. Data pasar juga menunjukkan Bitcoin sempat naik sekitar 6 persen dalam sehari.
Lonjakan harga tidak berdiri sendiri. Pergerakan Bitcoin dipengaruhi kombinasi perubahan sentimen terhadap kebijakan ekonomi Amerika Serikat, penurunan imbal hasil obligasi, serta gelombang likuidasi posisi short yang memperbesar tekanan beli di pasar.
Bitcoin Tembus US$70.000
Kenaikan Bitcoin di atas US$70.000 menjadi perhatian karena level tersebut sebelumnya sulit ditembus dalam beberapa pekan terakhir. Pergerakan ini sekaligus membawa Bitcoin ke posisi tertinggi sejak awal Juni 2026.
Penguatan tersebut terjadi setelah Bitcoin sebelumnya mengalami tekanan dan bergerak di bawah level US$70.000. Ketika harga mulai naik, trader yang sebelumnya memasang posisi untuk mengantisipasi penurunan mulai menghadapi tekanan.
Kondisi tersebut kemudian berkembang menjadi short squeeze. Posisi short yang mengalami kerugian harus ditutup, sehingga memunculkan aksi pembelian Bitcoin secara otomatis dan mempercepat laju kenaikan harga.
Short Squeeze Perkuat Reli Bitcoin
Short squeeze menjadi salah satu faktor penting di balik pergerakan Bitcoin kali ini. Ketika harga aset bergerak berlawanan dengan posisi trader yang bertaruh turun, platform perdagangan dapat melikuidasi posisi tersebut secara otomatis.
Data yang dihimpun dari pasar kripto menunjukkan nilai posisi short yang dilikuidasi mencapai miliaran dolar dalam periode singkat. Salah satu laporan mencatat lebih dari US$2,7 miliar posisi short kripto terlikuidasi dalam 24 jam, dengan Bitcoin menjadi salah satu aset yang mengalami dampak terbesar.
Likuidasi tersebut menciptakan efek berantai. Posisi short yang ditutup membutuhkan pembelian aset untuk menyelesaikan transaksi, sehingga tekanan beli semakin besar dan ikut mendorong harga Bitcoin naik lebih cepat.
Kebijakan Treasury AS Jadi Katalis
Selain faktor teknikal, perhatian pasar juga tertuju pada kebijakan Departemen Keuangan AS. Treasury mengumumkan rencana meningkatkan pembelian kembali obligasi pemerintah AS berjangka panjang.
Langkah tersebut dipandang pasar sebagai upaya meningkatkan likuiditas dan membantu menstabilkan kondisi pasar obligasi. Imbal hasil obligasi kemudian bergerak lebih rendah, sehingga aset berisiko seperti saham dan kripto mendapatkan sentimen yang lebih positif.
Perubahan kondisi tersebut menjadi salah satu katalis yang membantu Bitcoin bergerak naik. Ketika tekanan dari pasar obligasi mereda, sebagian investor kembali meningkatkan eksposur terhadap aset yang memiliki risiko lebih tinggi.
Sentimen Kripto AS Ikut Menguat
Faktor lain datang dari perkembangan kebijakan kripto di Amerika Serikat. Presiden Donald Trump kembali menyampaikan dukungan terhadap industri aset digital dan mendorong Kongres untuk melanjutkan pembahasan regulasi terkait struktur pasar kripto.
Perkembangan tersebut memberikan sentimen tambahan bagi pelaku pasar. Harapan terhadap regulasi yang lebih jelas dinilai dapat membantu meningkatkan kepastian bagi perusahaan dan investor yang beroperasi di sektor aset digital.
Pertemuan antara pemerintah AS dan sejumlah pelaku industri kripto juga memperkuat persepsi bahwa aset digital masih menjadi bagian penting dari agenda ekonomi dan teknologi Amerika Serikat.
Bitcoin Masih Dibayangi Risiko Volatilitas
Meski Bitcoin berhasil kembali menembus US$70.000, reli ini belum otomatis menandakan dimulainya tren kenaikan jangka panjang. Pergerakan yang dipicu oleh short squeeze dapat berlangsung cepat, tetapi juga berpotensi diikuti koreksi ketika tekanan likuidasi mulai mereda.
Pasar juga masih perlu mencermati arah kebijakan moneter AS, kondisi imbal hasil obligasi, arus dana ke produk investasi Bitcoin, serta perkembangan regulasi kripto.
Dengan demikian, kenaikan Bitcoin saat ini merupakan hasil perpaduan antara perubahan sentimen makroekonomi dan faktor teknikal pasar. Kemampuan Bitcoin mempertahankan level di atas US$70.000 akan menjadi salah satu perhatian utama investor dalam menentukan apakah reli terbaru ini dapat berlanjut atau justru kembali mengalami koreksi.
Ikuti Detak Media

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.