— Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi akan melanjutkan tren penguatannya pada perdagangan Rabu (5/8/2026). Pada penutupan perdagangan sebelumnya, IHSG berhasil ditutup menguat 85,12 poin atau 1,37% ke level 6.319. Sektor properti memimpin kenaikan dengan 2,72%, sementara sektor barang konsumen non-primer mencatat kenaikan terendah sebesar 0,1%.

Berdasarkan analisis teknikal, Pilarmas Investindo Sekuritas memproyeksikan IHSG berpotensi menguat terbatas dengan level support 6.220 dan resistance 6.380. Prospek positif ini turut didukung oleh perkembangan geopolitik global.

Kesepakatan antara Amerika Serikat dan Iran menunjukkan perkembangan yang baik. Pejabat Qatar melaporkan bahwa proposal telah dirancang, dan kedua negara menunjukkan harapan untuk segera membuka kembali Selat Hormuz. Presiden AS Donald Trump telah membahas isu ini dengan Emir Qatar Sheikh. Penurunan harga minyak, yang mencapai 5% untuk Brent dan WTI, menjadi indikasi positif bagi data inflasi di masa mendatang, seiring harapan pembukaan kembali jalur pelayaran strategis tersebut. Kesepakatan jangka pendek sangat dinantikan untuk memberikan harapan akan perdamaian yang berkelanjutan bagi pelaku pasar dan investor.

Di sisi lain, The Federal Reserve (The Fed) terus memantau mandat gandanya, yaitu inflasi dan ketenagakerjaan. Data terbaru menunjukkan penurunan JOLTS Job Openings dari 7,537k menjadi 7,359k, dengan tingkat rate turun dari 4,5% menjadi 4,4%. Penurunan ini didominasi oleh sektor perawatan kesehatan, rekreasi, perhotelan, perdagangan grosir, dan jasa bisnis, meskipun ada peningkatan di sektor transportasi dan pergudangan. Menariknya, event empat tahunan seperti Piala Dunia belum secara signifikan mengangkat permintaan kerja di sektor rekreasi dan perhotelan. Namun, pengeluaran konsumsi yang kuat diharapkan menjadi modal bagi perusahaan untuk menambah karyawan secara hati-hati.

Sementara itu, JOLTS Quits Level mengalami kenaikan dari 3,153k menjadi 3,232k, dengan tingkat rate stabil di 2%. Data ini mengukur jumlah orang yang sukarela meninggalkan pekerjaan mereka setiap bulan. Stabilitas pada angka 2% ini menunjukkan kondisi pasar tenaga kerja yang relatif stabil.

Dalam negeri, pemerintah sedang menyiapkan paket insentif baru untuk mempercepat adopsi kendaraan listrik, termasuk potensi subsidi hingga 40% untuk mobil listrik kategori tertentu. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan skema tersebut masih dalam tahap finalisasi, dengan tujuan utama mengurangi konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) dan mendorong transisi energi. Kebijakan ini juga diharapkan memperkuat industri otomotif nasional serta menarik investasi di sektor kendaraan listrik. Pemerintah masih menghitung kebutuhan anggaran dan kriteria kendaraan yang berhak menerima subsidi sebelum aturan resmi diterbitkan.

Rencana subsidi mobil listrik ini dinilai berpotensi menjadi katalis positif bagi peningkatan penjualan kendaraan listrik dan mempercepat pertumbuhan ekosistem Electric Vehicle (EV) di Indonesia. Pilarmas Investindo Sekuritas merekomendasikan saham INDY, ARCI, dan ADMR untuk aktivitas trading pada Rabu (5/8/2026).