Detak Media — Harga emas dunia ditutup menguat pada perdagangan Kamis, 30 Juli 2026, didorong oleh pelemahan dolar Amerika Serikat dan data inflasi yang menunjukkan tekanan harga mulai mereda. Pasar juga mulai mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga bank sentral AS setelah pernyataan Ketua The Fed Kevin Warsh dinilai belum memberikan arah kebijakan yang jelas.
Harga emas spot ditutup naik 0,92% menjadi US$ 4.103,84 per ons troi. Sementara itu, harga emas berjangka AS untuk pengiriman Agustus ditutup menguat 1,58% ke level US$ 4.009,9 per ons troi.
Penguatan harga emas terjadi seiring pelemahan indeks dolar AS sekitar 0,8% setelah yen Jepang menguat. Pelemahan dolar membuat emas menjadi lebih murah bagi pembeli yang menggunakan mata uang lain sehingga meningkatkan permintaan.
Di sisi makroekonomi, Departemen Perdagangan AS melaporkan indeks harga Personal Consumption Expenditures (PCE) turun 0,1% pada Juni, sesuai dengan ekspektasi ekonom. Meski demikian, pasar menilai penurunan inflasi berpotensi hanya bersifat sementara karena meningkatnya kembali ketegangan di Timur Tengah telah mendorong kenaikan harga minyak.
Kepala Strategi Komoditas Global TD Securities Bart Melek mengatakan, data inflasi terbaru sedikit lebih baik dibandingkan perkiraan pasar sehingga kondisi inflasi untuk sementara relatif stabil. Namun, menurut dia, risiko inflasi masih tinggi mengingat konflik di Timur Tengah belum menunjukkan tanda-tanda mereda.
“Jika tekanan harga kembali meningkat, bank sentral kemungkinan akan merespons dengan kebijakan yang lebih ketat. Kondisi itu membuat harga emas mampu menembus area resistensi di kisaran US$ 4.150 – 4.200 per ons troi,” ujarnya.
Sinyal The Fed
Sehari sebelumnya, The Fed memutuskan mempertahankan suku bunga acuannya. Dalam konferensi pers, Kevin Warsh kembali menegaskan komitmennya untuk menurunkan inflasi, tetapi tidak memberikan sinyal yang tegas mengenai arah kebijakan berikutnya. Ketidakjelasan tersebut sempat mendorong harga emas melonjak sekitar 2% setelah keputusan suku bunga diumumkan.
Berdasarkan CME FedWatch Tool, peluang kenaikan suku bunga pada pertemuan The Fed 15-16 September turun menjadi 61%, dari sekitar 77% sebelum keputusan bank sentral diumumkan.
Di sisi lain, laporan pemerintah AS menunjukkan klaim tunjangan pengangguran mingguan meningkat lebih rendah dari perkiraan. Data tersebut mengindikasikan kondisi pasar tenaga kerja AS masih cukup solid.
Selain emas, logam mulia lainnya juga mencatat penguatan. Harga perak spot melonjak 2,35% menjadi US$ 59 per ons, platinum melesat 2,8% ke US$ 1.664,35 per ons, sedangkan paladium melejit 4,95% menjadi US$ 1.319,59 per ons.
Ikuti Detak Media

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.