Detak Media — Harga emas diproyeksikan akan kembali menguat dan berpotensi mencapai US$ 5.000 per ons troi pada paruh pertama tahun 2027. Prediksi ini datang dari UBS, bank investasi asal Swiss, yang menilai prospek emas tetap positif meskipun dalam jangka pendek masih menghadapi sejumlah risiko.
Dalam catatan riset yang dirilis Jumat (7/8/2026), UBS memperkirakan harga emas akan mencapai US$ 5.000 per ons troi pada semester I-2027. Sebelumnya, harga emas ditutup melonjak 2,39% ke level US$ 4.342,18 per ons troi. Namun, angka tersebut masih sekitar 22,38% di bawah rekor tertinggi US$ 5.594,82 per ons troi yang tercatat pada akhir Januari 2026.
Tekanan terhadap harga emas sebelumnya muncul seiring konflik di Timur Tengah yang meningkatkan kekhawatiran terhadap inflasi. Kondisi tersebut turut memperkuat ekspektasi bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama. Suku bunga yang lebih tinggi biasanya mengurangi daya tarik emas karena logam mulia tersebut tidak memberikan imbal hasil atau bunga kepada pemegangnya. The Fed pada pekan lalu mempertahankan suku bunga acuannya di kisaran 3,50%-3,75%.
UBS memperkirakan, inflasi Amerika Serikat akan melandai secara bertahap. Kondisi ini diyakini memberikan ruang bagi bank sentral AS untuk mempertahankan suku bunga pada tahun ini sebelum kembali melanjutkan siklus pelonggaran moneter pada 2027. Prospek penurunan suku bunga menjadi salah satu faktor utama yang dapat menopang harga emas. Ketika suku bunga turun, biaya peluang memegang emas menjadi lebih rendah sehingga daya tarik logam mulia tersebut meningkat.
Chief Investment Officer UBS, Mark Haefele, mengatakan bahwa periode pelemahan harga emas menuju US$ 4.000 per ons troi atau lebih rendah pada akhirnya dapat menjadi peluang untuk membangun eksposur strategis terhadap emas. Pandangan ini menunjukkan UBS masih melihat koreksi harga emas sebagai peluang akumulasi, terutama apabila pelemahan tersebut tidak mengubah prospek jangka menengah terhadap suku bunga dan inflasi.
Dengan demikian, meski emas masih menghadapi risiko dalam jangka pendek, UBS mempertahankan pandangan positif terhadap prospek logam mulia tersebut dan melihat potensi kenaikan menuju US$ 5.000 per ons troi pada semester I-2027.
Ikuti Detak Media

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.