Detak Media — JAKARTA – Dokter kecantikan Indonesia, Assoc Prof Dr dr Teguh Tanuwidjaja, M.Biomed (AAM), memperkenalkan inovasi terbarunya, teknik thread lift double pyramid, di kancah internasional. Teknik ini dikembangkan berdasarkan pengalaman klinis bertahun-tahun untuk menciptakan distribusi tarikan benang yang stabil, efek lifting optimal, dan hasil yang natural.
“Double Pyramid Thread Lift adalah teknik pemasangan benang yang dikembangkan berdasarkan pengalaman klinis selama bertahun-tahun untuk menghasilkan distribusi tarikan yang lebih stabil, efek lifting yang optimal, serta hasil yang tetap natural,” jelas Dr. Teguh dalam acara Global Aesthetics Summit 2026 yang diselenggarakan di Goa, India, dan di Bali, Indonesia.
Pendekatan ini menarik perhatian peserta dari berbagai negara karena mengutamakan keamanan prosedur, pemahaman anatomi wajah, dan personalisasi sesuai kebutuhan pasien. Dr. Teguh didapuk menjadi pembicara internasional dalam dua konferensi estetika bergengsi dunia sepanjang Juli 2026.
Keikutsertaan Dr. Teguh dalam forum tersebut menjadi bukti meningkatnya kompetensi dokter Indonesia di tingkat global. Ia membawa inovasi yang lahir dari praktik klinis di Indonesia untuk dibagikan kepada komunitas dokter estetika internasional.
Tiga Pendekatan: Lifting – Tightening – Volumizing
Pada Global Aesthetics Summit 2026 di Goa, India, Dr. Teguh mempresentasikan makalah ilmiah berjudul: “The Ultimate Non-Surgical Superficial Facelift: Lifting – Tightening – Volumizing Thread.” Materi ini mengulas pendekatan terbaru dalam prosedur thread lift yang tidak hanya fokus pada efek lifting, tetapi juga memberikan efek tightening jaringan dan volumizing secara harmonis melalui teknik penempatan benang yang tepat. Pendekatan inilah yang ia perkenalkan sebagai Double Pyramid Thread Lift.
Konsep Facial Optimization
Di Global Aesthetics Summit Bali 2026, melalui materi berjudul: “Compatible Combination Modalities for Facial Optimization”, Dr. Teguh menjelaskan bahwa facial rejuvenation modern tidak lagi mengandalkan satu jenis tindakan. Sebaliknya, diperlukan kombinasi berbagai modalitas yang saling melengkapi.
Optimalisasi wajah, menurutnya, harus mempertimbangkan struktur tulang, jaringan lemak, ligament wajah, kualitas kulit, hingga proses penuaan setiap individu. “Oleh karena itu, kombinasi Thread Lift, Skin Booster, dan modalitas lainnya perlu dirancang secara personal agar menghasilkan wajah yang lebih segar, proporsional, dan tetap mempertahankan karakter alami pasien,” ujar Dr. Teguh.
Selama lebih dari dua dekade praktik klinis, berbagai teknik yang dikembangkan bersama tim telah diterapkan dan terus disempurnakan berdasarkan pengalaman menangani ribuan pasien dengan berbagai karakteristik wajah. “Setiap wajah memiliki anatomi dan proses penuaan yang berbeda. Karena itu, pendekatan yang kami kembangkan selalu mengutamakan analisis anatomi, keamanan tindakan, serta hasil yang natural,” tegas Dr. Teguh.
Dua Dekade Mengembangkan Inovasi Estetika
Perjalanan ini tidak terlepas dari Teta Clinic, klinik estetika yang didirikan Dr. Teguh pada tahun 2000. Selama lebih dari 25 tahun, Teta Clinic telah berkembang menjadi pusat layanan aesthetic medicine di Indonesia yang mengedepankan pendekatan berbasis ilmu pengetahuan (evidence-based medicine), keamanan pasien, serta inovasi berkelanjutan.
Melalui Teta Clinic, Dr. Teguh dan tim terus mengembangkan Double Pyramid Thread Lift, yang kini menjadi salah satu pendekatan unggulan dalam prosedur thread lift. Partisipasi di berbagai forum internasional merupakan bagian dari komitmen Teta Clinic untuk mengikuti perkembangan ilmu kedokteran estetika dunia sekaligus berkontribusi melalui pengalaman klinis dari Indonesia.
“Melalui forum-forum ilmiah internasional tersebut, saya berharap semakin banyak kolaborasi penelitian, pertukaran ilmu, dan inovasi yang dapat memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu negara yang berkontribusi dalam perkembangan kedokteran estetika dunia,” tutup Dr. Teguh.
Ikuti Detak Media

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.