Detak Media — BPJS Ketenagakerjaan terus memperkuat upaya memperluas perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan di Indonesia. Salah satu strategi terbaru yang didorong adalah mempererat kolaborasi dengan koperasi agar semakin banyak pekerja, khususnya di sektor perkebunan, memperoleh akses terhadap program perlindungan sosial.
Melalui pendekatan tersebut, BPJS Ketenagakerjaan berharap koperasi dapat menjadi mitra strategis dalam menjangkau pekerja yang selama ini belum terdaftar sebagai peserta. Selain meningkatkan jumlah kepesertaan, kerja sama ini juga diharapkan mampu memperkuat kesejahteraan pekerja melalui sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan gerakan koperasi.
Gagasan tersebut menjadi salah satu pembahasan utama dalam WISPO Impact Series #1 bertema “Koperasi Karyawan Sumber Kesejahteraan Baru Pekerja”. Forum ini mempertemukan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, BPJS Ketenagakerjaan, pelaku usaha, serikat pekerja, koperasi, hingga kalangan akademisi untuk membahas penguatan peran koperasi dalam mendukung perlindungan tenaga kerja.
Koperasi Dinilai Efektif Menjangkau Pekerja
Ketua Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan, Dedi Hardianto, menilai koperasi memiliki posisi yang sangat strategis karena memiliki hubungan yang dekat dengan anggotanya. Kedekatan tersebut dinilai dapat dimanfaatkan untuk memperluas jangkauan program jaminan sosial ketenagakerjaan hingga ke pekerja yang berada di sepanjang rantai pasok industri perkebunan.
Menurut Dedi, pemerintah maupun BPJS Ketenagakerjaan tidak dapat bekerja sendiri dalam memberikan perlindungan kepada seluruh pekerja, terutama pekerja bukan penerima upah yang tersebar di berbagai daerah dan sektor usaha.
Oleh karena itu, dibutuhkan kolaborasi yang melibatkan berbagai pihak agar program perlindungan sosial dapat menjangkau lebih banyak masyarakat secara efektif.
Kolaborasi Jadi Kunci Perluasan Kepesertaan
BPJS Ketenagakerjaan menilai sinergi antara pemerintah, koperasi, perusahaan, dan pekerja menjadi faktor penting dalam mempercepat peningkatan kepesertaan program jaminan sosial.
Koperasi dinilai memiliki modal sosial yang kuat berupa kepercayaan, jaringan, serta semangat gotong royong. Faktor-faktor tersebut membuat koperasi lebih mudah membangun komunikasi dengan para pekerja dan mendorong mereka untuk mengikuti program perlindungan yang disediakan.
Dengan dukungan kelembagaan yang dekat dengan masyarakat, proses sosialisasi maupun pendaftaran peserta diharapkan dapat berjalan lebih cepat dibandingkan pendekatan konvensional.
Peran Koperasi Tidak Hanya di Bidang Ekonomi
Dalam forum tersebut juga disampaikan bahwa peran koperasi ke depan tidak hanya sebatas meningkatkan kesejahteraan ekonomi anggotanya. Koperasi diharapkan mampu berkembang menjadi lembaga yang turut mendukung perlindungan sosial bagi pekerja.
Melalui peran tersebut, koperasi dapat menjadi penghubung antara pekerja dan BPJS Ketenagakerjaan sehingga akses terhadap jaminan sosial semakin mudah diperoleh.
Pendekatan berbasis komunitas dinilai mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat sekaligus memperluas cakupan perlindungan secara berkelanjutan.
Transformasi Koperasi Menjadi Prioritas
Selain memperkuat kolaborasi, forum WISPO Impact Series #1 juga menyoroti pentingnya transformasi koperasi agar mampu menghadapi perkembangan dunia kerja yang semakin dinamis.
Koperasi didorong menjadi organisasi yang lebih modern, profesional, transparan, dan memanfaatkan teknologi digital dalam menjalankan aktivitasnya. Transformasi tersebut dinilai penting agar koperasi mampu memberikan layanan yang lebih baik kepada anggota sekaligus mendukung pelaksanaan program pemerintah.
Perwakilan Kementerian Koperasi dan UKM, melalui Deputi Bidang Kelembagaan dan Digitalisasi Koperasi Henra Saragih, menyampaikan bahwa modernisasi koperasi menjadi salah satu syarat utama agar lembaga tersebut mampu menjawab tantangan di masa depan.
Perlindungan Pekerja Jadi Fokus Bersama
Kolaborasi antara BPJS Ketenagakerjaan dan koperasi diharapkan mampu menciptakan sistem perlindungan yang lebih inklusif bagi pekerja Indonesia, khususnya mereka yang berada di sektor perkebunan dan rantai pasok industri.
Dengan dukungan berbagai pihak, program jaminan sosial ketenagakerjaan diharapkan dapat menjangkau lebih banyak pekerja yang selama ini belum memperoleh perlindungan.
Melalui sinergi antara pemerintah, dunia usaha, koperasi, dan masyarakat, BPJS Ketenagakerjaan optimistis target perluasan kepesertaan dapat tercapai sekaligus meningkatkan kesejahteraan pekerja secara berkelanjutan.
Ikuti Detak Media

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.