Detak Media — Pemerintah berencana memberikan berbagai insentif dan kemudahan bagi sektor pangan sebagai langkah antisipasi dampak fenomena El Nino yang diprediksi melanda pada semester kedua tahun 2026. Kebijakan tambahan ini masih dalam tahap kajian seiring dengan pemantauan intensif terhadap perkembangan cuaca dan kondisi produksi pangan di berbagai daerah.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyatakan bahwa bentuk insentif yang akan diberikan belum final. Namun, Airlangga menegaskan bahwa dukungan terhadap sektor pangan tetap menjadi prioritas utama jika kondisi di lapangan memang memerlukan intervensi.
“Nanti kita lihat,” ujar Airlangga saat ditanya mengenai kemungkinan pemberian insentif khusus, di kantornya, Jakarta Pusat, Rabu (29/7/2026).
Airlangga menambahkan, pemerintah selama ini senantiasa memberikan kemudahan bagi sektor pangan demi menjaga ketahanan pasokan. “Selalu kita berikan kemudahan untuk pangan,” imbuhnya.
Saat ini, pemerintah tengah memetakan daerah-daerah yang berpotensi mengalami penurunan curah hujan akibat El Nino. Berkurangnya pasokan air dikhawatirkan dapat mengganggu masa tanam dan menekan hasil produksi pertanian apabila kondisi tersebut berlangsung dalam jangka waktu yang panjang.
Salah satu strategi yang sedang disiapkan adalah program pompanisasi, yaitu mengalirkan air dari sungai atau sumber air lain menuju lahan pertanian yang membutuhkan. Pemerintah akan mengidentifikasi wilayah-wilayah yang masih memiliki sumber air memadai untuk memastikan distribusi air dapat dilakukan secara optimal.
“Ya, kita monitor saja karena memang di beberapa daerah hujan kan sudah tidak turun dan mana daerah yang bisa diselesaikan dengan pompanisasi, di mana sungai-sungainya yang masih banyak air, dan bagaimana mendistribusikan air itu ke daerah-daerah yang produktif,” jelas Airlangga.
Langkah-langkah ini diharapkan dapat menjaga produktivitas sektor pertanian meskipun terjadi penurunan curah hujan di sejumlah wilayah.
Selain fokus pada produksi, pemerintah juga memberikan perhatian khusus pada kelancaran distribusi pangan. Ketersediaan pasokan yang lancar dinilai sangat penting untuk meminimalkan risiko kelangkaan barang dan mencegah lonjakan harga di tingkat konsumen.
Meskipun demikian, Airlangga belum merinci secara spesifik bentuk kemudahan yang akan diberikan. Pemerintah masih mengkaji apakah dukungan tersebut akan berbentuk subsidi, bantuan sarana produksi pertanian, penguatan infrastruktur irigasi, atau insentif fiskal lainnya.
Keputusan akhir mengenai kebijakan tambahan akan sangat mempertimbangkan perkembangan kondisi di lapangan. Hal-hal yang akan menjadi perhatian meliputi luas lahan yang terdampak, ketersediaan sumber air, capaian produksi pertanian, serta pergerakan harga pangan di pasar.
Pemerintah juga secara cermat mencermati potensi dampak El Nino terhadap inflasi. Gangguan pada produksi pangan berisiko mendorong kenaikan harga bahan pangan, yang pada akhirnya dapat memengaruhi daya beli masyarakat dan konsumsi rumah tangga, yang merupakan salah satu penopang utama pertumbuhan ekonomi nasional.
Ikuti Detak Media

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.