— WASHINGTON – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump secara resmi menetapkan kebijakan baru terkait impor polisilikon, termasuk pemberlakuan tarif dan batas harga minimum (price floor). Langkah ini bertujuan untuk mengurangi ketergantungan AS pada pasokan luar negeri, yang dinilai berpotensi mengancam ketahanan nasional, terutama pada sektor semikonduktor dan panel surya.

Instruksi presiden yang ditandatangani pada Jumat, 7 Agustus 2026, menyatakan bahwa seluruh produk turunan polisilikon impor, seperti wafer silikon, sel fotovoltaik (PV), dan modul surya, akan dikenakan tarif impor sebesar 15%. Kebijakan ini dijadwalkan mulai berlaku efektif pada 4 Desember 2026.

Rincian Batas Harga Minimum Impor

Selain tarif persentase, pemerintah AS juga menetapkan batas harga minimum untuk komoditas polisilikon dan produk turunannya yang masuk ke pasar domestik. Berdasarkan pantauan CNBC Internasional pada Jumat, 7 Agustus 2026, rinciannya adalah:

  • Polisilikon Mentah: US$ 21 per kilogram
  • Ingot dan Wafer Polisilikon: US$ 100 per kilogram
  • Sel Surya (Solar Cells): 22 sen AS per watt
  • Modul Surya (Solar Modules): 38 sen AS per watt

Kebijakan ini dirancang untuk membangkitkan kembali sektor manufaktur dalam negeri dan memperkuat rantai pasok energi surya AS, yang telah menghadapi tantangan selama lebih dari satu dekade. Langkah ini melanjutkan tindakan perdagangan AS sebelumnya yang telah mengenakan bea masuk terhadap peralatan surya dari China dan beberapa negara Asia Tenggara, menyusul temuan praktik pemindahan lokasi produksi oleh produsen asing untuk menghindari tarif.

Saham Produsen AS Melonjak

Pengumuman kebijakan ini disambut positif oleh pasar saham. Nilai saham perusahaan manufaktur surya domestik mengalami kenaikan signifikan pada sesi perdagangan setelah penutupan pasar (after-hours trading). Saham First Solar Inc., produsen terbesar di AS, naik hingga 8%, sementara saham T1 Energy Inc. melonjak sebesar 6,3%.

“Untuk pertama kalinya, AS melindungi seluruh rantai pasok panel surya melalui satu tindakan nyata, sekaligus memberikan apresiasi bagi produsen yang membangun pabrik di dalam negeri. Langkah signifikan ini memperkuat rantai pasok semikonduktor domestik. Inilah cara mengembalikan kejayaan industri nasional,” ujar Jon Toomey, Presiden Coalition for a Prosperous America, pada Jumat.

Chief Executive Officer (CEO) T1 Energy, Dan Barcelo, juga menyambut baik keputusan tersebut, menyebutnya sebagai kemenangan besar bagi manufaktur canggih Amerika dan investasi pada rantai pasok energi dalam negeri.

Insentif dan Potensi Tantangan

Pemerintah menyediakan ruang keringanan tarif melalui program insentif ‘onshoring’ yang diawasi langsung oleh menteri perdagangan AS. Perusahaan yang bersedia berinvestasi atau memindahkan fasilitas produksinya ke AS dapat mengajukan rencana bisnis. Jika disetujui, mereka diizinkan mengimpor sejumlah peralatan produksi dan bahan baku pendukung tanpa dikenakan tarif baru.

Namun, penundaan implementasi tarif hingga Desember menimbulkan kekhawatiran bagi sebagian produsen lokal. Mereka khawatir jeda waktu ini akan dimanfaatkan oleh pengembang energi terbarukan untuk melakukan impor murah secara masif demi menimbun stok peralatan bebas bea. Pemerintah berjanji akan mengawasi ketat aktivitas perdagangan dan menindak tegas perusahaan yang terbukti melakukan penimbunan.

Di sisi lain, pengembang energi terbarukan di AS mengkhawatirkan kenaikan biaya modal akibat lonjakan harga modul surya, di tengah berkurangnya subsidi federal dan pergeseran fokus kebijakan pemerintahan Trump yang lebih memprioritaskan energi fosil.

Latar Belakang Historis dan Teknis

Urgensi di balik keputusan pemerintah AS memberlakukan tarif dan batas harga minimum pada polisilikon didasari oleh beberapa faktor historis dan teknis:

  1. Pergeseran Dominasi Pasar Global: Pada awal hingga pertengahan 2000-an, AS adalah pemimpin global dalam produksi polisilikon. Namun, ekspansi masif produsen China yang didukung subsidi besar memicu kelebihan kapasitas global dan menekan harga. Akibatnya, China berhasil menguasai mayoritas pasokan dunia dan menyingkirkan produsen AS.
  2. Peran Strategis Dua Kelas Polisilikon: Polisilikon, kristal silikon murni, terbagi menjadi dua tingkatan:
    • Solar-grade: Tingkat kemurnian standar untuk bahan baku panel surya fotovoltaik.
    • Electronics-grade: Tingkat kemurnian sangat tinggi untuk pembuatan cip semikonduktor, yang digunakan pada berbagai perangkat penting mulai dari ponsel pintar hingga sistem persenjataan militer.
  3. Landasan Hukum Kebijakan Perdagangan: Penyelidikan kebijakan ini dimotori oleh Departemen Perdagangan AS sejak Juli tahun lalu berdasarkan Pasal 232 (Section 232) dari Trade Expansion Act 1962. Regulasi ini memberi wewenang kepada Presiden AS untuk membatasi atau mengenakan bea pada barang impor jika terbukti mengancam keamanan nasional dan keberlanjutan industri strategis dalam negeri.