Detak Media — Ketegangan di Timur Tengah meningkat tajam setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengancam akan melancarkan serangan yang jauh lebih keras terhadap Iran. Ancaman ini dilontarkan seiring upaya AS mendesak pembukaan kembali jalur pelayaran strategis di Selat Hormuz.
Hanya beberapa jam setelah Trump menyampaikan ancamannya pada Sabtu (1/8/2026), Kuwait mengonfirmasi pasukannya merespons gelombang serangan pesawat nirawak (drone) baru dari Iran. Bersamaan dengan itu, sebuah kapal tanker dilaporkan dihantam proyektil di koridor perairan strategis tersebut, menurut laporan Associated Press.
Sementara itu, di titik konflik lain, Israel melancarkan gelombang serangan udara hebat ke Jalur Gaza. Serangan ini terjadi tidak lama setelah kelompok militan Palestina, Hamas, menyatakan persetujuannya untuk meletakkan senjata.
AS Ancam Serangan Baru: “Kami Hanya Ingin Menang”
Berbicara saat rapat Kabinet di kediaman presiden Camp David, Maryland, Trump menegaskan tekad militer AS di Timur Tengah. “Kami hanya ingin menang,” ujar Trump, sembari mengisyaratkan aksi militer AS diperkirakan bakal berlanjut untuk beberapa waktu ke depan. Ia menambahkan, pihak AS akan membalas Iran dengan keras hingga negara tersebut tidak mampu lagi bertahan.
Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt kembali menegaskan kekecewaan mendalam administrasi AS atas tindakan otoritas Iran yang dinilai melanggar komitmen internasional. “Bulan lalu Iran menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan AS mengenai gencatan senjata, namun dengan cepat melanggarnya, menembaki kapal komersial, dan menewaskan prajurit Amerika,” tegas Leavitt dalam pernyataan resminya.
Leavitt menambahkan, Trump tidak akan berdiam diri membiarkan perilaku teroris ini terjadi. “Iran akan terus menanggung akibatnya sampai mereka kembali ke meja perundingan dengan cara yang dinilai berarti oleh Presiden Trump,” imbuhnya.
Serangan Drone di Kuwait dan Gejolak Pelayaran Selat Hormuz
Militer Kuwait menyatakan, pada Sabtu pasukannya tengah berupaya menghalau serangan drone yang merupakan bagian dari konfrontasi Iran di kawasan tersebut. Juru bicara Kementerian Pertahanan Kuwait, Mayor Jenderal Saud Abdulaziz Al-Otaibi, mengonfirmasi serangan drone tersebut menghantam sejumlah fasilitas vital, termasuk bangunan pemerintah di wilayah utara. Kendati demikian, dilaporkan tidak ada korban jiwa dalam insiden ini.
Sementara itu, Angkatan Laut Inggris melaporkan gangguan keamanan serius di Selat Hormuz, tepatnya di lepas pantai Oman. Sebuah kapal tanker dihantam proyektil tak dikenal pada Jumat di lokasi 11 mil laut timur laut Lima, Oman, yang menyebabkan kerusakan pada ruang mesin kapal.
Badan Operasi Perdagangan Maritim Inggris (UKMTO) juga melaporkan ledakan besar di dekat kapal tanker lain saat sedang berlayar 21 mil laut barat laut Kota Khasab pada Sabtu. Iran diketahui telah berulang kali menyerang kapal-kapal komersial yang berusaha melintasi Selat Hormuz tanpa izin resmi dari Tehran sebagai bagian dari konflik yang terus berlanjut dengan AS.
Israel Tetap Gempur Gaza Meski Hamas Sepakat Pelucutan Senjata
Di kawasan Mediterania Timur, serangan udara sengit yang dilancarkan militer Israel sejak Jumat malam hingga Sabtu menewaskan sedikitnya empat orang di Gaza tengah dan utara serta melukai puluhan warga lainnya, menurut laporan pejabat kesehatan setempat.
Gempuran ini terjadi tak lama setelah Hamas mengonfirmasi kesiapannya untuk melucuti senjata, langkah yang awalnya dipandang sebagai potensi terobosan besar untuk mengakhiri perang di Gaza. Kesepakatan pelucutan senjata ini merupakan bagian dari kerangka kerja gencatan senjata yang diprakarsai AS sejak Oktober 2026, yang mencakup penyerahan kekuasaan kepada administrasi independen Palestina serta penarikan pasukan Israel yang digantikan oleh Pasukan Stabilisasi Internasional.
Namun, pemerintah Israel belum memberikan tanggapan resmi atas pernyataan Hamas tersebut. Sebaliknya, politisi sayap kanan yang juga Anggota Parlemen Israel, Itamar Ben-Gvir, menegaskan penolakannya. “Kesepakatan tersebut tidak dapat diterima dan serangan di Gaza harus terus berlanjut. Israel harus menang,” tulis Ben-Gvir melalui unggahannya di platform X.
Pihak militer Israel mengonfirmasi gempuran udara tersebut menyasar posisi Hamas pasca-instruksi evakuasi dikeluarkan bagi warga sipil.
Ikuti Detak Media

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.