— JAKARTA – Kerja sama pertahanan antara Amerika Serikat (AS) dan Taiwan ternyata jauh lebih erat dari perkiraan publik. Menteri Pertahanan Taiwan Wellington Koo secara terbuka menyatakan bahwa militer Taiwan dan AS secara rutin menggelar latihan bersama yang dirahasiakan.

Menurut laporan The Wall Street Journal, Koo menjelaskan bahwa interaksi militer kedua negara tidak hanya terbatas pada transaksi senjata, tetapi juga mencakup berbagai program pelatihan strategis secara komprehensif. “Masyarakat mungkin hanya melihat penjualan senjata, tetapi sebenarnya kerja sama ini bersifat multifaset dan melibatkan banyak hal lain. Melalui pertukaran militer ini, kami memperoleh begitu banyak pengalaman tempur praktis dari AS,” ujar Koo kepada wartawan.

Keterbukaan Koo ini menandai peningkatan transparansi Taiwan dalam mengungkap aktivitas latihan militer bersama AS yang selama ini dijaga kerahasiaannya. Departemen Pertahanan AS (Pentagon) dan Komando Pasifik AS memilih untuk tidak memberikan komentar resmi terkait pernyataan tersebut.

Langkah ini diprediksi akan semakin memperkeruh ketegangan geopolitik di kawasan Teluk Taiwan. Kementerian Luar Negeri China segera melayangkan protes keras dan menegaskan kembali penolakannya terhadap segala bentuk interaksi militer antara Washington dan Taipei.

Pemerintah China menilai, interaksi militer dan pasokan senjata AS ke Taiwan merupakan pelanggaran berat terhadap prinsip Satu China (One China Principle) serta kesepakatan komunike bersama AS-China. Otoritas China menganggap tindakan tersebut mengancam kedaulatan serta stabilitas keamanan di Selat Taiwan.

Hubungan antara China dan Taiwan diwarnai ketegangan sejarah sejak berakhirnya perang saudara pada 1949. Saat itu, pemerintah Nasionalis mundur ke Taiwan sementara Partai Komunis mendirikan Republik Rakyat China di daratan utama.

China menganggap Taiwan sebagai provinsi yang membangkang dan bagian tak terpisahkan dari wilayahnya, serta tidak menutup kemungkinan penggunaan kekuatan militer untuk melakukan reunifikasi.

Di sisi lain, meskipun AS tidak memiliki hubungan diplomatik formal dengan Taiwan demi menjaga hubungan dengan China, AS terikat secara hukum oleh Taiwan Relations Act untuk menyediakan sarana pertahanan bagi Taiwan.

Ketegangan di Selat Taiwan kian intensif seiring meningkatnya aktivitas militer China di sekitar pulau tersebut. Hal ini mendorong Taiwan untuk terus memperkuat kapabilitas pertahanannya melalui dukungan strategis dari AS.