— TEHERAN – Iran mengklaim Amerika Serikat (AS) bersiap untuk kembali pada komitmen, meskipun membantah adanya negosiasi langsung yang sedang berlangsung antara kedua negara. Klaim ini muncul setelah Presiden AS Donald Trump sebelumnya mengisyaratkan kesepakatan antara Iran dan AS semakin dekat.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Wakil Menteri Luar Negeri Iran Kazem Gharibabadi dalam sebuah wawancara dengan stasiun televisi pemerintah IRNA. Pernyataan ini diperkirakan merujuk pada kesepahaman sementara yang dicapai pada Juni 2026, di mana Iran mengizinkan kapal komersial melintasi Selat Hormuz tanpa biaya selama 60 hari. Sebagai imbalannya, AS berkomitmen mencabut blokade angkatan laut terhadap kapal-kapal Iran, di samping poin kesepakatan lainnya.

Sebelumnya, Trump menuding para pemimpin Iran bersikap bermuka dua terkait pembicaraan damai dan mengklaim negosiasi tetap berjalan meskipun Iran tidak mengakuinya. Gharibabadi menepis klaim tersebut, menegaskan bahwa jalur kesepahaman terjalin antara Iran dan Oman, dan tidak ada negosiasi langsung dengan AS yang terjadi.

Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Iran menyatakan bahwa pernyataan bersama antara Iran dan Oman terkait Selat Hormuz kini berada pada tahap peninjauan dan penyusunan akhir, asalkan tidak ada pihak ketiga yang menghambat proses tersebut. Media AS Axios melaporkan AS, Iran, dan Oman semakin dekat menuju kesepakatan sementara untuk membuka kembali Selat Hormuz.

Komando Pusat AS (CENTCOM) menegaskan bahwa rute selatan Selat Hormuz tetap aman dan terbuka bagi seluruh kapal komersial. Rute ini melewati perairan teritorial Oman, bukan wilayah yang lebih dekat ke Iran.

Situasi keamanan di Selat Hormuz, yang merupakan salah satu jalur pelayaran minyak paling krusial di dunia, masih dibayangi ketegangan. Laporan adanya ledakan di dekat kapal tanker di lepas pantai Yaman dan Oman menambah kekhawatiran. Ketegangan di jalur ini sering kali meningkat seiring memburuknya hubungan diplomatik dan militer antara AS dan Iran, yang berpotensi memengaruhi stabilitas pasokan energi dan harga minyak dunia.

Oman memainkan peran penting sebagai mediator dalam memfasilitasi diplomasi tidak langsung antara AS dan Iran untuk meredakan ketegangan maritim dan mencegah konflik terbuka di jalur pelayaran internasional tersebut.