Detak Media — Harga emas dunia melanjutkan tren penguatannya untuk hari keempat berturut-turut pada Kamis (6/8/2026), mencapai level tertinggi dalam tujuh pekan terakhir. Penguatan ini didorong oleh pelemahan harga minyak dan dolar Amerika Serikat (AS), serta penurunan imbal hasil obligasi pemerintah AS di tengah meningkatnya optimisme terkait pembukaan kembali Selat Hormuz.
Dikutip dari Reuters, harga emas hari ini melonjak 1,11% menjadi US$ 4.293,82 per ons troi, level tertinggi sejak 18 Juni. Sehari sebelumnya, emas mencatat kenaikan harian terbesar sejak Februari. Kontrak berjangka emas AS juga melesat 1,09% menjadi US$ 4.352,42 per ons troi.
Analis pasar IG Tony Sycamore mengatakan, reli emas dipicu oleh optimisme bahwa terobosan diplomatik di Timur Tengah semakin dekat. “Optimisme bahwa solusi diplomatik di Timur Tengah segera tercapai akan menjaga harga minyak tetap rendah dan mengurangi kebutuhan bank sentral menaikkan suku bunga. Kondisi ini menjadi katalis positif bagi emas,” ujarnya.
Sycamore menambahkan, jika harga emas mampu menembus dan bertahan di atas rata-rata pergerakan (moving average) 200 hari, peluang pemulihan menuju US$ 5.000 per ons troi akan semakin terbuka. Optimisme pasar muncul setelah berkembangnya wacana kesepakatan antara Iran dan Oman untuk membantu mengakhiri konflik selama lima bulan antara Iran dan Amerika Serikat. Kesepakatan tersebut juga mencakup pengaturan lalu lintas kapal di Selat Hormuz, jalur yang dilalui sekitar seperlima perdagangan minyak dunia.
Harapan pembukaan kembali jalur pelayaran tersebut turut membuat harga minyak kembali melemah. Di sisi lain, ekspektasi pasar terhadap kenaikan suku bunga The Fed pada September juga mulai menurun. Peluang kenaikan suku bunga kini diperkirakan sekitar 55%, turun dari 67% hanya dua hari sebelumnya.
Pelaku pasar kini menantikan rilis data nonfarm payrolls AS untuk Juli yang dijadwalkan terbit pada Jumat. Sebelumnya, laporan ADP National Employment menunjukkan pertumbuhan lapangan kerja sektor swasta AS melambat pada Juli. Pendiri J Rotbart & Co Joshua Rotbart mengatakan, data tenaga kerja yang lebih lemah berpotensi memperkuat reli emas karena meningkatkan peluang pelonggaran kebijakan moneter.
Sebaliknya, apabila data tenaga kerja menunjukkan pemulihan yang kuat, harga emas dapat mengalami tekanan jangka pendek karena pasar kembali memperhitungkan peluang kenaikan suku bunga. Di pasar logam mulia lainnya, harga perak spot naik 0,1% menjadi US$ 62,16 per ons troi. Platinum menguat 1,7% menjadi US$ 1.764,10 per ons troi, tertinggi sejak Juni, sedangkan paladium naik 1,1% menjadi US$ 1.377,83 per ons troi, memperpanjang reli untuk hari ketiga berturut-turut.
Ikuti Detak Media

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.