Detak Media — Perdagangan saham pada Jumat, 7 Agustus 2026, diwarnai oleh sejumlah pergerakan menarik yang menjadi sorotan investor. Dari pergerakan harga yang mengejutkan hingga aksi borong oleh investor asing, pasar modal Indonesia menunjukkan dinamika yang patut dicermati.
Salah satu saham yang tampil di luar dugaan adalah PT Gudang Garam Tbk (GGRM). Setelah sempat mengalami koreksi pada hari sebelumnya, saham GGRM kembali menunjukkan tren positif pada sesi I perdagangan Jumat. Data aplikasi Stockbit Sekuritas mencatat bahwa saham GGRM sempat mendekati level tertingginya dalam 52 pekan terakhir di Rp 21.200, bahkan diperdagangkan di Rp 21.050. Dalam sebulan terakhir, saham produsen rokok ini telah melesat lebih dari 33%, melampaui target harga yang dipatok oleh Mandiri Sekuritas.
Harga Emas Perhiasan Berfluktuasi
Sementara itu, harga emas perhiasan pada Jumat, 7 Agustus 2026, menunjukkan tren yang dinamis. Di Raja Emas Indonesia, harga emas perhiasan terpantau mengalami penurunan. Namun, harga tersebut relatif stabil di Hartadinata Abadi (HRTA) dan Laku Emas pada pagi hari. Bagi calon pembeli atau investor emas perhiasan, disarankan untuk terus memantau pergerakan harga agar dapat membuat keputusan investasi yang optimal.
Perubahan Drastis Pergerakan Saham BBRI
Saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) juga menjadi perhatian utama setelah ditutup menguat 1,07% ke level Rp 3.100 pada akhir sesi I perdagangan Jumat. Pergerakan saham BBRI pada sesi ini banyak dipengaruhi oleh aksi beli investor asing. Berdasarkan data Stockbit Sekuritas, BBRI mencatatkan *net buy* volume sebesar 100,19 juta saham, setara dengan nilai Rp 309,37 miliar. Angka ini menjadi yang tertinggi di antara saham-saham yang diborong investor asing pada sesi I hari itu. Tanda-tanda adanya serokan asing pada saham BRI sudah mulai terlihat sejak Kamis (6/8/2026) dengan *net buy* tipis Rp 82,68 miliar.
Saham DSSA Menarik Perhatian Investor Asing
Saham emiten dari Grup Sinar Mas, PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), menunjukkan lonjakan signifikan sebesar 12,14% ke Rp 970 pada penutupan perdagangan Kamis (6/8/2026). Aksi borong investor asing menjadi pendorong utama kenaikan harga saham ini. Dian Swastatika Sentosa (DSSA) berencana untuk melakukan pengalihan saham hasil *buyback* perseroan yang dijadwalkan mulai 10 Agustus 2026 hingga selesai. Sebanyak-banyaknya 9.631.904.000 saham treasuri DSSA, atau setara dengan 5% dari total saham yang diterbitkan, akan dialihkan.
Indika Energy Raih Fasilitas Pinjaman Jumbo
PT Indika Energy Tbk (INDY) mendapatkan fasilitas pinjaman sebesar US$ 155 juta atau sekitar Rp 2,7 triliun dari Bank DBS Indonesia. Sekretaris Perusahaan Indika Energy, Adi Pramono, menjelaskan bahwa beberapa anak perusahaan Perseroan, termasuk PT Indika Inti Corpindo, PT Tripatra Multi Energi, PT Tripatra Engineering, PT Tripatra Engineers And Constructors, dan Tripatra (Singapore) Pte. Ltd., yang sahamnya dimiliki 100% oleh Indika Energy, akan terlibat dalam fasilitas pinjaman ini. Dari sisi valuasi, rasio *price to book value* (PBV) Indika tercatat sebesar 0,62 kali, dengan nilai buku per saham INDY berada di kisaran Rp 4.120-an menurut aplikasi Stockbit Sekuritas.
Ikuti Detak Media

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.