Detak Media — JAKARTA – Nilai tukar rupiah tercatat menguat pada pembukaan perdagangan Rabu, 5 Agustus 2026. Mata uang Garuda (IDR) berbalik arah setelah sebelumnya ditutup melemah pada hari sebelumnya.
Berdasarkan data pasar spot exchange yang dihimpun Bloomberg pada pukul 09.05 WIB, rupiah dibuka menguat 55 poin atau setara 0,31% ke posisi Rp 17.972 per dolar Amerika Serikat (USD). Posisi ini membaik dibandingkan penutupan perdagangan Selasa (4/8/2026) yang berakhir pada level Rp 18.027 per dolar AS, melemah 30 poin (0,17%).
Pergerakan pasar mata uang pada Rabu pagi juga diwarnai oleh meredanya tekanan terhadap yen Jepang. Hal ini terjadi setelah Bank of Japan (BOJ) melakukan intervensi dan mendapatkan pernyataan dukungan dari Amerika Serikat.
Menurut laporan Reuters pada Rabu (5/8/2026), nilai tukar yen Jepang sedikit menguat ke level 157,60 per dolar AS. Sebelumnya, yen sempat melemah sekitar 0,4% dari level tertinggi pada Senin di angka 155,20. Posisi ini masih terpaut jauh dari rekor terendah dalam 40 tahun terakhir yang sempat menyentuh kisaran 164 per dolar AS.
Sementara itu, indeks dolar AS relatif stabil di level 99,85. Mata uang euro juga bertahan pada level $1,1533, dan poundsterling Inggris diperdagangkan datar di angka $1,3458 per dolar AS. Dolar Selandia Baru tercatat turun sekitar 0,3% ke level $0,5878 per dolar AS, sedangkan dolar Australia bergerak datar di $0,7053 per dolar AS.
Analis pasar di IG, Tony Sycamore, mengungkapkan bahwa keterlibatan Amerika Serikat dalam intervensi yen telah menambah kredibilitas. Ia menambahkan bahwa peringatan mengenai kemungkinan tindakan terkoordinasi lebih lanjut memberikan instrumen efektif bagi otoritas untuk mengulur waktu sambil menunggu faktor fundamental bergerak positif.
Ikuti Detak Media

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.