Detak Media — Lonjakan harga emas ke level tertinggi sepanjang sejarah membuka peluang baru bagi pemilik aset premium untuk memperoleh tambahan likuiditas tanpa harus melepas kepemilikannya. Momentum tersebut dimanfaatkan PT Lesca Gadai Premier dengan menawarkan skema pendanaan berbasis aset (asset-backed lending) bagi pelaku usaha dan individu beraset besar (high net worth individuals/HNWI) yang membutuhkan tambahan modal kerja pada paruh kedua 2026.
Momentum ini hadir di tengah kondisi ekonomi domestik yang relatif solid. Lembaga pemeringkat internasional Standard & Poor’s (S&P) baru-baru ini mempertahankan peringkat kredit Indonesia di level BBB dengan prospek stabil, didukung kuatnya permintaan domestik dan investasi. Namun, ketidakpastian geopolitik global juga mendorong investor memburu aset safe haven sehingga harga emas perhiasan maupun logam mulia terus menanjak dan menjadi salah satu penyumbang inflasi inti nasional pada pertengahan tahun ini.
Di saat yang sama, banyak perusahaan memasuki periode evaluasi kinerja semester pertama sekaligus menyusun strategi bisnis untuk enam bulan terakhir tahun ini. Kondisi tersebut membuat kebutuhan likuiditas meningkat, sementara banyak pengusaha juga memiliki aset bernilai tinggi yang justru sedang mengalami kenaikan harga.
Direktur Lesca Gadai Premier Bastian Purnama mengatakan, kondisi tersebut menjadi momentum bagi pemilik aset premium untuk mengoptimalkan portofolionya tanpa harus menjual aset yang berpotensi terus mengalami apresiasi nilai. “Kenaikan harga emas perhiasan dan logam mulia di pasar global saat ini adalah kesempatan emas bagi para kolektor maupun pengusaha. Melalui skema pendanaan berbasis aset yang kami tawarkan, mereka dapat memanfaatkan nilai laten dari koleksi premium tersebut secara maksimal,” ujar Bastian di Jakarta, baru-baru ini.
Menurut dia, menjual aset ketika nilainya sedang meningkat bukan selalu menjadi pilihan terbaik, terutama bagi investor yang masih meyakini prospek kenaikan harga emas maupun aset mewah lainnya. Karena itu, pembiayaan berbasis aset menjadi alternatif untuk memperoleh dana segar sekaligus mempertahankan kepemilikan aset. “Mereka bisa memperoleh suntikan modal kerja hingga miliaran rupiah berdasarkan nilai pasar terkini yang sedang tinggi, sementara aset fisiknya tetap menjadi milik nasabah,” kata Bastian.
Tak Kehilangan Peluang
Bastian menjelaskan, aset yang dapat dijadikan agunan tidak terbatas pada logam mulia. Perhiasan berlian, jam tangan mewah dari berbagai merek premium, hingga sejumlah aset koleksi bernilai tinggi juga dapat dimanfaatkan sebagai sumber pembiayaan.
Menurut Bastian, konsep tersebut sejalan dengan praktik pengelolaan kekayaan modern yang lebih menekankan optimalisasi aset dibandingkan pelepasan kepemilikan. Dengan memanfaatkan kenaikan nilai aset, pelaku usaha dapat memperoleh tambahan modal kerja tanpa kehilangan peluang menikmati kenaikan harga aset di masa mendatang.
Selain menawarkan fleksibilitas pembiayaan, Lesca Gadai Premier juga mengedepankan aspek efisiensi dan keamanan transaksi. Proses konsultasi awal dilakukan secara daring melalui berbagai saluran komunikasi digital, termasuk WhatsApp. Setelah tercapai kesepakatan awal, nasabah dapat mengirimkan aset secara langsung atau memanfaatkan layanan penjemputan khusus menuju pusat penilaian resmi perusahaan.
Privasi Nasabah Terjaga
Seluruh proses pemeriksaan dilakukan oleh tenaga penilai profesional untuk memastikan keaslian dan kondisi aset sebelum dana dicairkan. Setelah proses verifikasi selesai, pencairan pembiayaan dapat dilakukan dalam waktu singkat sesuai hasil penilaian aset.
“Kami memahami bahwa bagi nasabah premium, kecepatan layanan sama pentingnya dengan keamanan dan kerahasiaan transaksi. Karena itu seluruh proses dirancang agar efisien, aman, dan tetap menjaga privasi nasabah,” ujar Bastian.
Ia menambahkan, sistem operasional perusahaan telah didukung sertifikasi manajemen mutu ISO 9001:2015 dan sistem manajemen keamanan informasi ISO/IEC 27001:2022. Standar tersebut diterapkan mulai dari proses komunikasi digital, penjemputan aset, penilaian, hingga penyimpanan barang selama masa pembiayaan.
Menurut dia, kombinasi antara tren kenaikan harga emas, kebutuhan likuiditas pelaku usaha, serta layanan pembiayaan berbasis aset diperkirakan akan semakin relevan pada semester II-2026. Oleh karena itu, perusahaan terus memperkuat layanan bagi nasabah premium yang membutuhkan solusi pendanaan cepat tanpa harus mengorbankan potensi kenaikan nilai aset yang dimiliki.
Lesca Gadai Premier merupakan perusahaan pergadaian swasta premium yang telah mengantongi izin Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Perusahaan ini menyediakan pembiayaan dengan jaminan berbagai aset bernilai tinggi, mulai dari logam mulia, perhiasan, jam tangan mewah, tas desainer, berlian, kendaraan premium, hingga barang koleksi eksklusif lainnya.
Ikuti Detak Media

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.