Detak Media — MUSCAT – Sebuah kapal tanker minyak melaporkan mendengar suara ledakan saat melintasi Selat Hormuz, dekat perairan Oman. Insiden keamanan ini terjadi bertepatan dengan berlangsungnya pembicaraan intensif antara Iran dan Oman untuk mengelola jalur perairan yang sangat vital bagi perdagangan global tersebut.
Informasi mengenai insiden ini disampaikan oleh Badan Operasi Perdagangan Maritim Inggris (UKMTO) melalui platform X pada Kamis (6/8/2026). Peristiwa tersebut dilaporkan terjadi di lokasi yang berjarak sekitar 10 mil laut atau 16 kilometer di sebelah tenggara Kumzar, Oman.
“Nakhoda kapal tanker melaporkan mendengar dua kali ledakan saat melintas di Selat Hormuz,” demikian pernyataan resmi UKMTO.
UKMTO memastikan bahwa seluruh awak kapal dan unit kapal berada dalam kondisi aman pascainsiden tersebut. Tidak ada indikasi kerusakan lingkungan yang terdeteksi di sekitar lokasi ledakan.
Sejak eskalasi perang di Timur Tengah pada 28 Februari 2026, Iran memegang kendali de facto atas Selat Hormuz. Militer Iran tercatat beberapa kali melepaskan tembakan ke arah kapal-kapal yang dianggap melanggar rute pelayaran resmi yang telah ditetapkan.
Selat Hormuz merupakan titik leher (chokepoint) maritim paling strategis di dunia. Jalur ini menghubungkan produsen minyak Timur Tengah dengan pasar energi global dan dilintasi oleh sekitar seperlima dari total konsumsi minyak dunia setiap harinya. Oleh karena itu, stabilitas keamanannya berdampak langsung terhadap harga energi dan rantai pasok global.
Sejak konflik bersenjata meluas di kawasan Timur Tengah pada akhir Februari 2026, Iran telah memperketat pengawasan dan kontrol navigasi di perairan tersebut.
Upaya Iran dan Oman untuk merancang kesepakatan tata kelola bersama menjadi krusial untuk mencegah gangguan pada jalur pelayaran internasional, terutama di tengah ancaman insiden keamanan yang terus membayangi kapal-kapal komersial.
Ikuti Detak Media

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.