Detak Media — JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi akan menguji level psikologis 6.000 pada perdagangan Kamis, 30 Juli 2026. Analis memperkirakan pergerakan ini dipengaruhi oleh berbagai sentimen eksternal dan internal, serta faktor teknikal.
Pada penutupan perdagangan sebelumnya, sektor properti tercatat mengalami koreksi terdalam sebesar 2,75%, sementara sektor teknologi mencatat kenaikan tipis 0,18%. Nilai tukar Rupiah ditutup pada level Rp 18.045 per dolar AS, setelah sempat melemah hingga Rp 18.100 per dolar AS.
Secara teknikal, indikator MACD menunjukkan histogram positif yang menyempit dan berpotensi mengalami Death Cross. Namun, IHSG masih mampu bertahan di atas rata-rata pergerakan 20 hari (MA20) dan 50 hari (MA50).
“Di tengah berbagai sentimen eksternal dan internal serta faktor teknikal, diperkirakan IHSG akan uji level psikologis di 6.000 pada perdagangan Kamis (30/7/2026),” tulis Phintraco Sekuritas dalam ulasannya, Kamis (30/7/2026).
Evaluasi Indeks IDXBUMN20 dan Penyesuaian Bobot Saham
Bursa Efek Indonesia (BEI) telah mengumumkan hasil evaluasi mayor untuk Indeks IDXBUMN20 yang berlaku mulai 5 Agustus 2026 hingga 2 Februari 2027. Evaluasi kali ini tidak mengubah susunan konstituen, sehingga seluruh 20 saham BUMN tetap menjadi penghuni indeks.
Meskipun demikian, BEI melakukan penyesuaian jumlah saham untuk perhitungan indeks dan bobot masing-masing emiten. Saham-saham seperti BBRI, BMRI, BBNI, dan TLKM mengalami penurunan bobot setelah penerapan batas maksimal sebesar 15%. Sebaliknya, sejumlah emiten BUMN lain seperti ANTM, PGAS, MTEL, BRIS, dan PTBA mencatat kenaikan bobot dalam indeks.
Perkuat Pasar Modal Menjelang Tinjauan MSCI
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama dengan Self-Regulatory Organizations (SRO) terus berupaya memperkuat reformasi pasar modal Indonesia menjelang Tinjauan Indeks MSCI pada November 2026. Upaya ini dilakukan melalui komunikasi intensif dengan penyedia indeks global serta penguatan implementasi berbagai agenda reformasi pasar modal.
OJK menargetkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) tentang Demutualisasi Bursa Efek Indonesia dapat terbit pada minggu kedua September 2026. Saat ini, regulator masih dalam proses penyusunan aturan turunan Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2026 dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan.
Rekomendasi Saham untuk Perdagangan
Phintraco Sekuritas memberikan rekomendasi saham untuk perdagangan pada Kamis, 30 Juli 2026. Saham yang disorot untuk trading adalah AMMN, BBCA, BBRI, TPIA, AKRA, dan HEAL.
Ikuti Detak Media

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.