— Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi akan mengalami penguatan terbatas pada perdagangan Jumat, 31 Juli 2026. Pada penutupan Kamis (30/7/2026), IHSG tercatat menguat 94,98 poin atau 1,56% ke level 6.186. Sektor barang konsumen non-primer menjadi penopang utama dengan kenaikan 2,25%.

Menurut analisis teknikal dari Pilarmas Investindo Sekuritas, IHSG berpotensi bergerak dalam rentang support 6.130 dan resistance 6.260. Kekhawatiran pelaku pasar dipicu oleh sinyal dari The Fed mengenai potensi kenaikan suku bunga. Hal ini menyebabkan investor menjual obligasi US Treasury berdurasi 30 tahun secara masif, mendorong imbal hasil naik ke level 5,23%, tertinggi dalam 19 tahun terakhir.

Imbal hasil US Treasury 2 tahun juga turut terkerek naik ke 4,24% sebagai respons terhadap potensi kenaikan suku bunga. The Fed menunjukkan sikap agresif untuk menahan inflasi, namun belum menaikkan suku bunga. Situasi ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan investor, yang mengingatkan pada masa lalu ketika suku bunga naik drastis mengejar inflasi.

Sementara itu, pernyataan Ketua The Fed Jerome Powell yang berkomitmen mengendalikan inflasi tampaknya tidak diimbangi dengan tindakan nyata, bahkan ketika metode baru perhitungan suku bunga telah disiapkan. Investor menilai penundaan kenaikan suku bunga oleh The Fed tidak memberikan dampak signifikan pada pasar. Gaya kepemimpinan Powell yang cenderung tidak memberikan petunjuk kapan kenaikan suku bunga akan terjadi juga dinilai kurang disukai pasar dibandingkan gaya kepemimpinan Jerome Powell sebelumnya.

Dari dalam negeri, Presiden Prabowo Subianto dikabarkan akan mengajukan nama Destry Damayanti sebagai calon tunggal Gubernur Bank Indonesia definitif kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Pengajuan ini akan dilakukan dalam waktu dekat setelah proses administrasi di Istana selesai. Destry sebelumnya menjabat sebagai Pejabat Sementara (Pjs) Gubernur BI menggantikan Perry Warjiyo yang mengundurkan diri.

Sumber media menyebutkan pemilihan Destry mempertimbangkan rekam jejak dan pengalamannya yang panjang di bidang kebijakan moneter dan stabilitas sistem keuangan. Sebagai Deputi Gubernur Senior BI, ia dinilai memahami arah kebijakan bank sentral dan diharapkan mampu menjaga kesinambungan kebijakan di tengah tekanan terhadap rupiah serta ketidakpastian global.

Selanjutnya, surat presiden akan disampaikan ke DPR untuk proses uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) di Komisi XI DPR sebelum disetujui dalam rapat paripurna. Jika disetujui, Destry akan resmi menjabat sebagai Gubernur Bank Indonesia untuk sisa masa jabatan Perry Warjiyo.

Pilarmas Investindo Sekuritas menilai penunjukan Destry Damayanti sebagai calon Gubernur Bank Indonesia berpotensi menjadi sentimen positif bagi pasar. Hal ini karena dapat memberikan kepastian mengenai arah kepemimpinan bank sentral pasca pengunduran diri Perry Warjiyo. Dengan latar belakangnya sebagai Deputi Gubernur Senior BI, Destry dinilai memiliki pemahaman kuat terhadap kebijakan moneter dan stabilitas sistem keuangan, sehingga transisi kepemimpinan diprediksi berjalan mulus tanpa perubahan kebijakan drastis dan memberikan ketenangan dari intervensi.

Untuk perdagangan Jumat (31/7/2026), Pilarmas Investindo Sekuritas merekomendasikan saham TINS, ISAT, dan ENRG sebagai pilihan untuk trading.