— JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan sinyal pemulihan dan berpotensi menguat ke level 6.700 hingga 7.000 pada akhir tahun ini.

Analis pasar modal, Hendra Wardana, menyatakan bahwa peluang penguatan IHSG masih terbuka meski perjalanannya diprediksi tidak akan mulus. Volatilitas diperkirakan tetap tinggi seiring respons pasar terhadap perkembangan ekonomi global, kebijakan moneter Amerika Serikat, dan kondisi nilai tukar rupiah.

“Pernyataan OJK bahwa IHSG telah memasuki fase pemulihan pada kuartal III-2026 menurut saya cukup beralasan jika melihat pergerakan pasar dalam beberapa pekan terakhir yang mulai menunjukkan pola pembentukan dasar (bottoming),” ujar Hendra dalam keterangan resmi, Rabu (5/8/2026).

Meskipun demikian, Hendra mengingatkan bahwa pemulihan ini masih berada pada tahap awal. Keberlanjutannya akan sangat bergantung pada kombinasi sentimen domestik dan global.

Menurutnya, selama IHSG mampu bertahan di atas area 6.200 sebagai zona support penting, peluang untuk melanjutkan pemulihan masih cukup besar. “Secara realistis, IHSG berpotensi bergerak menuju kisaran 6.700 hingga 7.000 pada akhir tahun apabila didukung oleh membaiknya fundamental ekonomi domestik, stabilisasi rupiah, meningkatnya kinerja emiten, serta mulai masuknya kembali aliran dana asing,” jelasnya.

Namun, Hendra menambahkan, jika berbagai risiko eksternal kembali meningkat, penguatan IHSG kemungkinan akan berlangsung lebih bertahap. IHSG cenderung bergerak dalam pola konsolidasi sebelum melanjutkan tren kenaikan yang lebih kuat.