— Harga emas dunia menunjukkan stabilitas pada Rabu (29/7), seiring dengan antisipasi investor terhadap keputusan kebijakan moneter bank sentral Amerika Serikat (Federal Reserve) dan pernyataan Ketua Kevin Warsh mengenai prospek inflasi serta suku bunga.

Pada pukul 04.48 GMT, harga emas spot tercatat sedikit menurun ke level US$ 4.024,54 per troy ounce. Kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Agustus juga mengalami penurunan 0,4% menjadi US$ 4.023,30 per troy ounce. Sebelumnya, harga emas spot sempat melemah 1,1% ke US$ 4.032,42 per troy ounce.

Analis pasar senior di OANDA, Kelvin Wong, menyatakan bahwa pergerakan harga emas sangat dipengaruhi oleh pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) yang akan digelar. “Skenario yang mungkin melihat potensi pembalikan bias bearish baru-baru ini pada harga emas adalah jika The Fed beralih ke retorika yang kurang hawkish,” katanya, dikutip dari Reuters.

Saat ini, ekspektasi pasar menunjukkan peluang 68% bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunga acuannya. Terdapat pula probabilitas 32% untuk kenaikan sebesar 25 basis poin, menurut alat FedWatch. Pasar juga memperkirakan peluang kenaikan suku bunga sebesar 77% pada bulan September mendatang.

Sebelumnya, analis komoditas di Commerzbank kembali menurunkan proyeksi harga emas mereka. Bank asal Jerman tersebut kini memperkirakan harga emas akan berada di kisaran US$ 4.500 per troy ounce pada akhir tahun 2026, turun dari perkiraan sebelumnya di US$ 4.800 per troy ounce.

Dikutip dari Kitco News, analis Commerzbank yang dipimpin oleh Thu Lan Nguyen, menjelaskan bahwa penurunan proyeksi ini mencerminkan tekanan inflasi yang terus-menerus mendorong Federal Reserve untuk mempertahankan kebijakan pengetatan. Namun, ia menambahkan bahwa ekspektasi pasar saat ini cenderung terlalu agresif, sehingga memberikan ruang bagi harga emas untuk pulih dari titik terendah saat ini menjelang akhir tahun.

Meskipun proyeksi harga telah disesuaikan ke bawah, Commerzbank masih melihat potensi harga emas mencapai US$ 5.000 per troy ounce pada tahun 2027, terutama jika tekanan inflasi mulai mereda.