Detak Media — Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan II-2026 telah dirilis, melengkapi gambaran fundamental perekonomian nasional yang juga didukung oleh data terbaru dari berbagai kementerian dan lembaga. Indikator-indikator tersebut mencakup inflasi, investasi, cadangan devisa, hingga perkembangan sektor keuangan.
Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa ekonomi Indonesia tumbuh sebesar 5,29% secara tahunan (year on year/yoy) pada kuartal II-2026. Produk Domestik Bruto (PDB) atas dasar harga berlaku tercatat mencapai Rp 6.552,1 triliun, sementara PDB atas dasar harga konstan sebesar Rp 3.576,2 triliun. Angka ini sedikit lebih rendah dibandingkan pertumbuhan pada kuartal I-2026 yang mencapai 5,61% yoy.
“Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan II-2026 sebesar 5,29%,” ujar Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS Moh. Edy Mahmud dalam konferensi pers secara hibrida di Gedung BPS, Jakarta, Rabu (5/8/2026).
Rilis pertumbuhan ekonomi ini mendapat respons positif dari pasar. Pada perdagangan Rabu (5/8/2026), nilai tukar rupiah tercatat menguat 94 poin atau 0,52% menjadi Rp 17.933 per dolar AS, naik dari posisi sehari sebelumnya yang berada di Rp 18.027 per dolar AS.
Berikut adalah rangkuman indikator fundamental ekonomi Indonesia terbaru:
- Pertumbuhan ekonomi: 5,29% yoy (triwulan II-2026)
- Nilai tukar rupiah: Rp 17.933 per dolar AS (5 Agustus 2026)
- Inflasi tahunan: 2,28% (Juli 2026)
- Cadangan devisa: US$ 145,6 miliar (Juni 2026)
- Imbal hasil SBN tenor 10 tahun: 7,28% (5 Agustus 2026)
- Aliran modal masuk (inflow): US$ 8,5 miliar (triwulan II-2026)
- Pertumbuhan uang primer (M0): 14,1% yoy (Juni 2026)
- Neraca perdagangan: Defisit US$ 450 juta (Juni 2026); surplus US$ 3,58 miliar (Januari–Juni 2026)
- Realisasi investasi: Rp 1.010,6 triliun, tumbuh 7,2% yoy (semester I-2026)
- PMI Manufaktur (S&P Global): 50,2 (Juli 2026)
- Pertumbuhan kredit: 12,67% yoy (Juni 2026)
- Tingkat kemiskinan: 8,07% (Maret 2026)
- Tingkat pengangguran terbuka: 4,65% (Mei 2026)
- Gini ratio: 0,368 (Maret 2026)
Ikuti Detak Media

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.