Detak Media — JAKARTA – Perdagangan saham PT GTS Internasional Tbk (GTSI), emiten yang terafiliasi dengan Tommy Soeharto, menarik perhatian analis BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS). Saham berkode GTSI ini masuk dalam rekomendasi pilihan untuk perdagangan Kamis (6/8/2026).
Pergerakan saham GTSI pada Rabu (5/8/2026) menunjukkan tren positif dengan kenaikan 1,78% ke level Rp 172. Perdagangan saham ini melibatkan 187,6 juta lembar, dengan frekuensi mencapai 13.045 kali dan total nilai transaksi sebesar Rp 32,65 miliar. Sehari sebelumnya, Selasa (4/8/2026), saham GTSI bahkan melonjak lebih tinggi, mencapai 10,46% dengan nilai transaksi yang lebih besar, Rp 48,38 miliar.
BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS) mengamati bahwa saham GTSI telah berhasil mengonfirmasi pola technical analysis cup & handle. Konfirmasi ini terjadi ketika harga saham menembus neckline di level 161, didukung oleh peningkatan volume perdagangan dan penguatan kembali pada indikator MACD (Moving Average Convergence Divergence).
Analis BRIDS memproyeksikan bahwa tren kenaikan saham GTSI berpeluang berlanjut, dengan target harga potensial di kisaran Rp 179 hingga Rp 190. Dalam kurun waktu satu bulan terakhir, saham GTS Internasional tercatat telah mengalami lonjakan nilai yang signifikan, mencapai 33,33%.
Fenomena lonjakan saham GTSI terjadi beriringan dengan rilis laporan keuangan perseroan untuk semester I-2026. Laporan tersebut menunjukkan bahwa perusahaan membukukan rugi bersih sebesar US$ 1,9 juta. Angka ini berbanding terbalik dengan periode yang sama di tahun sebelumnya (semester I-2025), di mana perusahaan masih mencatatkan laba bersih US$ 3,75 juta. Kondisi ini menjadi sebuah gejala yang unik, di mana saham sebuah emiten justru melambung tinggi di tengah perubahan status dari untung menjadi merugi.
Ikuti Detak Media

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.