— JAKARTA – Saham PT Bach Multi Global Tbk (BACH), salah satu emiten baru dari konglomerasi Grup Djarum, mengalami penurunan tajam pada perdagangan Jumat (7/8/2026). Pada awal sesi I, tepatnya pukul 09.08 WIB, saham berkode BACH ini kembali terkoreksi 12,70% ke level Rp 550.

Penurunan ini melanjutkan tren negatif yang telah terjadi sebelumnya. Dalam periode 4 hingga 6 Agustus, saham BACH tercatat selalu ditutup longsor lebih dari 14%. Padahal, saham ini sempat menunjukkan performa yang sangat impresif.

Berdasarkan catatan, saham BACH berhasil melesat sekitar 93% dalam periode 24 Juli hingga 3 Agustus 2026. Namun, setelah mencapai puncaknya, saham ini kemudian terjun bebas.

BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS) mengamati bahwa anjloknya saham BACH merupakan indikasi adanya aksi ambil untung atau profit taking menyusul reli yang sangat agresif sebelumnya. Hal ini tercermin dari terbentuknya bearish candle besar di area puncak harga.

“Selama harga belum mampu kembali di atas area high sebelumnya, tekanan jual masih berpotensi berlanjut dengan 570 menjadi support,” jelas BRIDS dalam catatannya untuk perdagangan hari ini.

Sebagai informasi, saham BACH pertama kali melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 8 Juli 2026 melalui penawaran umum perdana saham atau IPO dengan harga Rp 442. Sebelumnya, PT Global Telekomunikasi Prima (GTP), sebuah entitas Grup Djarum, telah mengakuisisi 1,04 miliar saham atau setara 25,52% dari modal ditempatkan dan disetor BACH dari PT Bach Multi Sukses Investama. Akuisisi ini meningkatkan kepemilikan GTP di BACH menjadi 51%.