Detak Media — Pemerintah Indonesia berencana meluncurkan sejumlah stimulus ekonomi yang mencakup insentif untuk kendaraan listrik, sebagai upaya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi hingga mencapai target 5,4% pada tahun 2026.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memperkirakan laju pertumbuhan ekonomi akan menunjukkan tren positif pada semester II-2026. Pemerintah berkomitmen untuk memperkuat kolaborasi dengan Bank Indonesia (BI) guna mengoptimalkan faktor-faktor pendorong pertumbuhan ekonomi domestik.
“Kami juga akan memberikan beberapa stimulus kepada perekonomian, dalam waktu dekat kalau tidak salah akan diumumkan stimulus untuk mobil dan motor listrik, nanti Bapak Presiden (Prabowo Subianto) yang mengumumkan,” ungkap Purbaya dalam konferensi pers Hasil Rapat Berkala KSSK III Tahun 2026 di Gedung Pacific Century Place, Jakarta, pada Senin (3/8/2026).
Purbaya mengakui bahwa pertumbuhan ekonomi pada triwulan II-2026 diprediksi tidak akan sekuat triwulan I-2026 yang mencapai 5,61%. Perlambatan ini disebabkan oleh peningkatan ketidakpastian ekonomi global, kenaikan harga minyak, berlanjutnya ketegangan geopolitik, serta arus keluar modal asing dari pasar keuangan domestik.
“Kalau kita lihat, empat lembaga kelihatannya di bawah 5,6% untuk triwulan kedua, tetapi mungkin tidak jauh dari 5,4% juga. Jadi melambat tapi tidak parah-parah amat, karena pada waktu triwulan II-2026 terjadi puncak-puncaknya tingkat ketidakpastian,” jelasnya.
Untuk mengatasi tantangan tersebut, pemerintah akan mengambil berbagai langkah strategis. Di pasar keuangan, pemerintah akan berkoordinasi dengan bank sentral untuk memastikan likuiditas sistem finansial tetap terjaga dan berupaya meningkatkan iklim investasi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Selain itu, belanja negara juga akan digenjot untuk memperkuat geliat pertumbuhan ekonomi.
Data Kementerian Keuangan mencatat bahwa realisasi belanja negara pada semester I-2026 telah mencapai Rp 1.656 triliun. Angka penyerapan belanja ini sudah mencapai 43,1% dari target Rp 3.842,7 triliun. Dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, belanja negara mengalami pertumbuhan 17,8% secara tahunan. Rincian belanja negara tersebut terdiri dari belanja pemerintah pusat sebesar Rp 1.298,6 triliun dan transfer ke daerah sebesar Rp 357,4 triliun.
“Kami prediksi perekonomian semester II-2026 tumbuh ke arah 5,6%-6%, tentunya dengan kerja keras,” tutup Purbaya.
Ikuti Detak Media

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.