— JAKARTA – Executive Chairman B-Universe, Enggartiasto Lukita, mengungkapkan apresiasinya terhadap potensi besar sektor pariwisata di Kabupaten Gunungkidul. Ia menekankan bahwa peningkatan konektivitas dan infrastruktur yang memadai merupakan faktor krusial untuk membuka akses, mempermudah mobilitas wisatawan, dan menarik investasi baru di wilayah tersebut. Pernyataan ini disampaikan dalam pertemuan strategis di Sleman, Yogyakarta, yang dihadiri oleh jajaran PT Jasa Marga, Pemerintah Kabupaten Gunungkidul, dan B-Universe pada Rabu (5/8/2026).

Enggartiasto, yang juga mantan Menteri Perdagangan, menilai Gunungkidul memiliki banyak destinasi wisata unggulan yang masih sangat potensial untuk dikembangkan. “Gunungkidul sangat potensial untuk pariwisata. Jika kita lihat Obelix sebagai contoh, destinasi itu bisa menjadi sangat populer. Padahal itu baru dari satu daerah saja, belum lagi potensi di daerah-daerah lainnya,” ujarnya.

Ia menambahkan, “Tadi Ibu Bupati juga telah menjelaskan beragam potensi yang dimiliki. Sekarang tinggal bagaimana infrastruktur dibangun dan bagaimana kita melihat potensi yang ada untuk dikembangkan.”

Komitmen Pemkab Dorong Kemudahan Investasi

Menanggapi apresiasi tersebut, Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk menciptakan iklim investasi yang kondusif. Pemkab Gunungkidul siap memberikan berbagai kemudahan bagi investor, sembari tetap mematuhi koridor hukum dan regulasi yang berlaku.

Endah menjelaskan bahwa sinergi antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD), khususnya dinas yang membidangi perizinan dan penanaman modal, terus diperkuat demi proses investasi yang transparan, cepat, dan efisien. “Kami berkomitmen bersama seluruh dinas perizinan dan penanaman modal untuk ramah investor serta memberikan kemudahan. Tentu semuanya tetap dalam koridor regulasi yang berlaku. Kami tidak akan melanggar aturan, melainkan mempermudah, mendukung, dan membantu agar investasi dapat masuk ke Kabupaten Gunungkidul,” tegas Endah.

Langkah ramah investasi ini dilaporkan membuahkan hasil positif. Investasi di sektor pariwisata selama beberapa tahun terakhir telah memberikan dampak signifikan terhadap indikator makroekonomi daerah. “Alhamdulillah, pertumbuhan ekonomi kami saat ini berada di peringkat kedua tertinggi se-DIY setelah Kabupaten Sleman. Angka kemiskinan berhasil turun satu poin—sebuah pencapaian yang tidak mudah—dan tingkat pengangguran kami merupakan yang terendah di DIY,” kata Endah.

Ia menambahkan, “Artinya, hadirnya destinasi wisata dan kunjungan wisatawan secara langsung merangsang daya tahan UMKM serta memberikan dampak ekonomi positif bagi masyarakat.”

Percepat Akses Tol Menuju Kawasan Wisata

Dalam upaya mendukung kebangkitan pariwisata Gunungkidul, PT Jasa Marga memaparkan rencana percepatan pengembangan akses jalan yang akan menghubungkan jaringan Tol Solo–Yogyakarta langsung ke kawasan wisata selatan. Direktur Utama PT Jasa Marga, Rivan Achmad Purwantono, menyampaikan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Pemkab Gunungkidul mengenai kelanjutan pembangunan akses dari Purwomartani hingga Bokoharjo.

“Hari ini kami melakukan audiensi dengan Bupati Gunungkidul. Kami menyampaikan bahwa dari Purwomartani, akses jalan akan diteruskan hingga ke Bokoharjo. Bokoharjo sendiri sudah memiliki jalan lingkar sepanjang 27 kilometer yang sangat bagus dan tinggal menyisakan sekitar 3 kilometer lagi,” jelas Rivan.

Ia menambahkan, “Bupati menyambut baik rencana percepatan ini, terutama karena Gunungkidul memiliki potensi wisata yang luar biasa.”

Peningkatan konektivitas jalan ini diharapkan tidak hanya memangkas waktu tempuh bagi wisatawan, tetapi juga mampu menarik investor skala besar. Dengan infrastruktur yang kian solid, potensi wisata alam, gugusan pantai selatan, hingga destinasi buatan di Gunungkidul diyakini akan berkembang pesat dan membawa kesejahteraan yang merata bagi masyarakat setempat.

Secara historis, Gunungkidul seringkali diidentikkan sebagai wilayah karst yang kering dengan aksesibilitas geografis terbatas. Namun, dalam satu dekade terakhir, peta ekonomi Gunungkidul mengalami transformasi struktural yang signifikan berkat optimalisasi potensi alamnya, mulai dari pantai pasir putih, gua alam, hingga destinasi rekreasi modern.

Kendala utama yang selama ini dihadapi wisatawan dan investor adalah keterbatasan jalur transportasi darat serta waktu tempuh yang panjang dari pusat Kota Yogyakarta maupun Bandara Internasional Yogyakarta (YIA). Kehadiran jaringan Tol Solo–Yogyakarta–YIA dan pembangunan jalan pintas Purwomartani–Bokoharjo hingga jaringan Jalan Lintas Selatan (JLS) menjadi Proyek Strategis Nasional (PSN) yang dirancang untuk memecah isolasi geografis tersebut.

Integrasi infrastruktur jalan tol ini diproyeksikan menjadikan Gunungkidul sebagai hub pariwisata baru di selatan Pulau Jawa, sekaligus meratakan pertumbuhan ekonomi agar tidak hanya terpusat di Sleman dan Kota Yogyakarta.