— Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), kembali dilanda kebakaran hutan dan lahan (karhutla) akibat dampak musim kemarau. Kali ini, kawasan Hutan Blondo di Kalurahan Karangduwet, Kapanewon Paliyan, dilaporkan hangus seluas hampir satu hektare pada Selasa (28/7/2026) malam.

Api melalap tumpukan sampah kering dan sejumlah pohon jati di hutan milik Kementerian Kehutanan tersebut. Angin malam yang kencang serta vegetasi yang sangat kering mempercepat perambatan api ke berbagai titik.

Petugas pemadam kebakaran menerima laporan insiden ini sekitar pukul 18.10 WIB. Dua unit mobil pemadam kebakaran dan tim gabungan segera dikerahkan untuk mencegah api meluas ke area hutan di sekitarnya.

Medan Perbukitan dan Kendala Pemadaman

Proses pemadaman di lapangan diwarnai tantangan karena lokasi kebakaran berada di kawasan perbukitan, yang membutuhkan kehati-hatian ekstra dari petugas untuk menjangkau titik api utama. Arus lalu lintas di sepanjang jalur Paliyan–Saptosari sempat mengalami kemacetan akibat warga yang berhenti untuk menyaksikan kejadian.

Operasi pemadaman ini merupakan kolaborasi antara tujuh personel Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Gunungkidul, lima personel Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Gunungkidul, dan personel Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Paliyan.

Komandan Regu 3 Damkar Kabupaten Gunungkidul, Totok, menyatakan bahwa respons cepat petugas berhasil mengendalikan api dalam waktu 15 hingga 20 menit, sehingga dampaknya tidak meluas. “Kami mendapatkan laporan adanya kebakaran lahan di daerah Melundu, Kapanewon Paliyan. Kami langsung menuju lokasi dan alhamdulillah api sudah bisa dikendalikan. Yang terbakar berupa sampah kering dan beberapa pohon jati. Seluruhnya berhasil kami padamkan,” jelas Totok pada Rabu (29/7/2026).

Imbauan Resmi Petugas kepada Masyarakat

Meskipun tidak ada korban jiwa maupun luka-luka, insiden ini menjadi peringatan mengenai meningkatnya risiko karhutla di Gunungkidul selama musim kemarau.

Petugas gabungan mengimbau masyarakat untuk menghentikan kebiasaan membakar sampah atau sisa vegetasi saat membersihkan lahan. Kondisi rumput, ranting, dan dedaunan yang sangat kering membuat percikan api sekecil apa pun berpotensi memicu kebakaran hebat.

Pihak berwenang juga meminta warga segera melaporkan titik api atau indikasi kebakaran kepada petugas agar penanganan dini dapat dilakukan sebelum api membesar.

Wilayah Kabupaten Gunungkidul, terutama kawasan perbukitan dan hutan, secara topografis rentan terhadap kebakaran hutan dan lahan saat memasuki puncak musim kemarau. Tutupan vegetasi kering yang luas berpadu dengan hembusan angin kencang sering menjadi pemicu utama cepatnya sebaran api. Selain faktor cuaca, banyak kebakaran lahan di wilayah ini dipicu oleh kelalaian aktivitas manusia, seperti pembukaan lahan dengan cara membakar, pembakaran sampah tanpa pengawasan, hingga pembuangan puntung rokok sembarangan.

Peristiwa di Hutan Blondo ini menekankan pentingnya peningkatan kewaspadaan dan kesiapsiagaan tanggap darurat antara instansi terkait dan masyarakat lokal untuk melindungi ekosistem hutan serta permukiman di sekitarnya.