Detak Media — SEOUL – Pemerintah Korea Selatan (Korsel) telah menyelesaikan pengembangan pesawat tempur prototipe pertama buatan dalam negeri, KF-21. Pesawat canggih ini dirancang untuk menggantikan armada Angkatan Udara Korsel yang sudah menua.
Proyek ambisius senilai 8,8 triliun won atau sekitar Rp 109 triliun ini telah diluncurkan sejak 2015. Tujuan utamanya adalah menggantikan jet tempur F-4 dan F-5 buatan Amerika Serikat yang telah lama beroperasi.
Menurut Badan Pengadaan Pertahanan Korsel (Defense Acquisition Program Administration/DAPA), prototipe pertama KF-21 diluncurkan pada tahun 2021. Setelah berhasil memenuhi seluruh kriteria dan persyaratan kinerja misi, jet tempur ini dinyatakan lulus evaluasi akhir kelayakan tempur pada Mei 2026.
Hingga kini, KF-21 telah menjalani lebih dari 1.600 kali uji penerbangan tanpa insiden kecelakaan. DAPA menjadwalkan penyerahan unit pertama KF-21 kepada Angkatan Udara Korsel pada September 2026.
“Keberhasilan KF-21 merupakan pencapaian luar biasa yang terwujud berkat kerja keras para teknisi, serta dukungan masyarakat yang percaya pada kemampuan teknologi nasional,” ujar Kepala DAPA Lee Yong-cheol.
Target Produksi hingga 2032
DAPA menargetkan pengiriman tahap pertama sebanyak 40 unit KF-21 kepada Angkatan Udara Korsel dapat diselesaikan pada 2028. Selanjutnya, badan tersebut merencanakan produksi tambahan sebanyak 80 unit dengan peningkatan kemampuan hingga tahun 2032. Dengan demikian, Angkatan Udara Korea Selatan nantinya akan mengoperasikan total 120 unit KF-21.
Proyek pengembangan jet tempur KF-21, yang sebelumnya dikenal sebagai proyek KFX/IFX, merupakan salah satu pilar modernisasi alutsista terbesar dalam sejarah militer Korsel. Proyek generasi 4.5 ini dirancang untuk menjembatani celah antara pesawat tempur konvensional dan jet stealth generasi kelima.
Indonesia resmi bergabung sebagai mitra strategis sejak awal proyek dengan kesepakatan pembagian biaya (cost-sharing) sebesar 20%. Sebagai imbalan atas partisipasi tersebut, Indonesia berhak menerima transfer teknologi penting, satu unit pesawat prototipe, serta hak untuk memproduksi secara lokal jet tempur versi Indonesia yang dinamai IFX.
Meskipun sempat mengalami negosiasi ulang terkait penyesuaian porsi kontribusi keuangan, keterlibatan Indonesia dalam proyek KF-21 tetap menjadi tonggak penting dalam penguatan kerja sama pertahanan, transfer teknologi penerbangan canggih, serta kemandirian industri pertahanan kedua negara di kawasan Asia Pasifik.
Ikuti Detak Media

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.