Detak Media — JAKARTA – PT Jakarta International Container Terminal (JICT) mengambil langkah strategis menuju operasional pelabuhan yang lebih hijau dengan menjajaki pemanfaatan peralatan berbasis listrik. Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Utama Tanjung Priok memberikan dukungan penuh terhadap inisiatif ini.
Kepala KSOP Utama Tanjung Priok, Heru Susanto, bersama delegasi JICT yang dipimpin oleh Director Operations and Engineering JICT, Doni Budiono, melakukan kunjungan kerja ke SANY Port Machinery Industrial Park di Zhuhai, Tiongkok. Kunjungan ini merupakan bagian dari proses uji tuntas teknis, uji penerimaan pabrik (FAT), dan evaluasi kesiapan manufaktur.
JICT berencana mengadakan lima unit Electric Rubber Tyred Gantry Crane (Electric RTGC) dan 10 unit Electric Terminal Truck. Pengadaan ini diharapkan memperkuat transformasi operasional JICT menjadi terminal peti kemas yang lebih efisien, rendah emisi, dan berbasis teknologi.
Dukungan Regulator untuk Modernisasi Pelabuhan
Heru Susanto menyatakan bahwa transformasi pelabuhan harus mampu menjawab tantangan peningkatan arus logistik nasional sekaligus memenuhi tuntutan keberlanjutan lingkungan. “Kami memandang inisiatif JICT dalam mengadopsi teknologi berbasis listrik sebagai langkah positif yang sejalan dengan arah modernisasi sektor kepelabuhanan nasional,” katanya.
Peran KSOP, lanjut Heru, adalah memastikan setiap transformasi memenuhi aspek keselamatan, kepatuhan, dan tata kelola yang baik. Hal ini penting untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan mendukung daya saing logistik Indonesia. Ia menambahkan bahwa sinergi antara regulator, operator pelabuhan, dan penyedia teknologi menjadi faktor penting dalam mempercepat transformasi pelabuhan Indonesia agar mampu bersaing di tingkat regional maupun global.
Investasi Jangka Panjang Menuju Green Energy Terminal
Doni Budiono menjelaskan bahwa modernisasi peralatan ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang perusahaan untuk bertransformasi menuju green energy terminal yang berkelanjutan. Pengadaan Electric RTGC dan Electric Terminal Truck yang menggunakan Teknologi Batere Swap Station (BSS) bukan sekadar investasi peralatan.
“Ini adalah bagian dari transformasi operasional JICT menuju terminal yang lebih produktif, lebih efisien, dan lebih ramah lingkungan. Kami ingin memastikan setiap investasi memberikan nilai tambah bagi pelanggan, meningkatkan produktivitas layanan operasional terminal, dan mendukung agenda dekarbonisasi sektor kepelabuhanan Indonesia,” ujar Doni.
Komitmen SANY dalam Teknologi Elektrifikasi
Dalam kesempatan yang sama, Vice President SANY Group, Guoyuan Zhou, menyampaikan apresiasinya atas kunjungan delegasi Indonesia. Ia menegaskan komitmen SANY dalam mendukung transformasi pelabuhan melalui pengembangan teknologi elektrifikasi dan digitalisasi.
“SANY melihat komitmen yang kuat dari JICT dalam mendorong transformasi menuju pelabuhan yang lebih modern dan berkelanjutan. Kami berharap komitmen ini dapat terus berkembang melalui solusi teknologi yang mendukung efisiensi operasional dan keberlanjutan JICT,” ujar Zhou.
Ikuti Detak Media

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.