Detak Media — JAKARTA – PT Pertamina Marine Solutions (PMSol) menjajaki kerja sama internasional dengan perusahaan pelayaran di Tiongkok. Langkah ini dilakukan melalui pertemuan dengan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Shanghai, yang bertujuan memperkuat kolaborasi maritim antara kedua negara.
Delegasi PMSol diterima oleh Konsul Jenderal RI di Shanghai, Berlianto Situngkir, beserta Atase Bidang Ekonomi KJRI Shanghai. Pertemuan ini menjadi forum strategis untuk membahas potensi kerja sama maritim dan sinergi antara pemerintah serta pelaku usaha dalam ekspansi bisnis maritim Indonesia di kancah global.
Sebagai tindak lanjut, KJRI Shanghai memfasilitasi pertemuan bisnis antara PMSol dengan lima perusahaan maritim terkemuka Tiongkok. Perusahaan-perusahaan tersebut adalah Zhejiang Weihai Crew Management, Seahero International Ship, Taihua Shipping Management, Hanson Holding, dan Shanghai Yongyin Shipping Service. Masing-masing memiliki fokus bisnis yang beragam, mencakup manajemen awak kapal dan logistik, layanan kapal, manajemen kapal, investasi maritim, hingga logistik maritim.
Direktur Utama PMSol, Joko Pramono, menyatakan bahwa pertemuan ini merupakan langkah strategis untuk menangkap peluang di industri pelayaran global, khususnya di Tiongkok. “Kami mengapresiasi dukungan KJRI Shanghai yang telah memfasilitasi business meeting ini sehingga PMSol dapat bertemu langsung dengan sejumlah perusahaan maritim terkemuka di Tiongkok. Pertemuan dengan perusahaan pelayaran internasional menjadi langkah penting untuk membangun jejaring bisnis sekaligus membuka peluang kolaborasi yang saling menguntungkan, terutama dalam penyediaan awak kapal dan layanan maritim lainnya,” ujar Joko.
Joko menambahkan, salah satu peluang terbesar yang dapat dimanfaatkan adalah meningkatnya kebutuhan tenaga pelaut di Tiongkok seiring dengan keterbatasan ketersediaan awak kapal di negara tersebut. “Indonesia memiliki sumber daya pelaut yang kompeten dan diakui di tingkat internasional. Dengan pengalaman PMSol dalam pengelolaan awak kapal serta layanan maritim terintegrasi, kami optimistis dapat menjadi mitra strategis bagi perusahaan-perusahaan pelayaran di Tiongkok dalam memenuhi kebutuhan tenaga pelaut maupun pengembangan kerja sama bisnis maritim lainnya,” tambahnya.
Pertemuan bisnis ini diharapkan membuka pintu bagi kerja sama yang lebih konkret antara PMSol dan perusahaan-perusahaan maritim di Tiongkok. Kerjasama tersebut mencakup penyediaan awak kapal, manajemen kapal, layanan operasional maritim, serta pengembangan peluang bisnis lainnya. PMSol berkomitmen untuk terus memperluas kemitraan internasional, meningkatkan daya saing pelaut Indonesia di pasar global, dan mendukung penguatan posisi Pertamina Group sebagai pemain maritim yang kompetitif di dunia.
Ikuti Detak Media

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.