— Pemerintah Kabupaten Jembrana, Bali, tengah mempersiapkan diri untuk bertransformasi menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di wilayah Bali Barat. Dengan mengandalkan potensi besar di sektor perikanan dan pertanian, serta dukungan infrastruktur strategis nasional, Jembrana menawarkan peluang investasi yang menjanjikan bagi para investor dari dalam maupun luar negeri.

Transformasi ini dimulai dengan perpindahan pusat aktivitas perikanan terbesar di Bali dari Pelabuhan Benoa ke Jembrana. Penataan Pelabuhan Benoa menjadi pelabuhan kapal pesiar (cruise) berdampak pada relokasi sekitar 500 kapal ikan besar ke Jembrana. “Ini menjadi potensi investasi yang luar biasa besar untuk membangun industri turunan seperti pabrik pengolahan hasil laut, pabrik sarden, hingga tepung ikan di area pesisir Pengambengan,” ujar Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan dalam keterangan tertulisnya, Selasa (4/8/2026).

Selain sektor perikanan, Jembrana juga memamerkan keunggulan komoditas perkebunannya, khususnya Kakao. Kakao Jembrana telah mendapatkan pengakuan dunia dengan masuk dalam jajaran 10 besar terbaik dalam ajang Cocoa of Excellence di Belanda. Pemerintah kini mendorong investasi di bidang hilirisasi kakao dan wisata agro, di mana wisatawan dapat melihat langsung proses dari penanaman pohon hingga pengolahan menjadi coklat siap konsumsi.

Untuk menjamin kenyamanan investor, Pemerintah Kabupaten Jembrana telah meluncurkan Jembrana Investment Service Center (JISC). Layanan ini bertujuan untuk memastikan proses investasi berjalan aman, cepat, dan tidak berbelit-belit. Kembang Hartawan mencontohkan, ada investasi pabrik porang yang membutuhkan 27 jenis izin dan mereka membantu mengurusnya karena mayoritas kewenangan ada di pusat dan provinsi. “JISC hadir sebagai solusi, bahkan kami menyiapkan tenaga teknis bersertifikat untuk membantu desain gambar bangunan sesuai standar perizinan dengan biaya yang terjangkau,” jelas dia.

Pengembangan industri pengolahan Porang menjadi salah satu prioritas, mengingat nilai ekonomi produk olahan porang seperti beras porang sangat tinggi di pasar internasional dan supermarket besar. Kehadiran pabrik pengolahan di Jembrana diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan petani lokal melalui kepastian harga dan serapan pasar.

Di sektor logistik, Jembrana diposisikan sebagai pintu gerbang masuk barang dari Pulau Jawa. Pengembangan kawasan industri dan pergudangan di Jembrana ditawarkan sebagai alternatif yang lebih efisien dibandingkan membangun gudang di Denpasar yang biaya lahannya jauh lebih mahal.

Terkait aksesibilitas, Pemerintah Kabupaten Jembrana terus mendorong percepatan proyek strategis nasional jalan tol yang akan memangkas waktu tempuh dari pusat pariwisata Bali ke Jembrana. Bupati meyakini bahwa akses darat yang mumpuni adalah kunci utama untuk membuka keran investasi pariwisata berkelanjutan yang lebih luas.

“Kami ingin memastikan setiap investasi yang masuk memberikan dampak nyata bagi penyerapan tenaga kerja lokal, kelestarian lingkungan, dan peningkatan ekonomi masyarakat Jembrana secara keseluruhan. Kami undang para investor untuk melihat langsung potensi ‘Mutiara dari Barat’ ini,” terang Kembang Hartawan.