Detak Media — JAKARTA – Pertumbuhan ekonomi Indonesia tercatat sebesar 5,29% pada triwulan II-2026. Sektor industri pengolahan tampil sebagai motor penggerak utama, memberikan kontribusi terbesar terhadap pertumbuhan ekonomi pada periode tersebut.
Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik Badan Pusat Statistik (BPS), Moh. Edy Mahmud, menjelaskan bahwa industri pengolahan menyumbang 18,5% terhadap pertumbuhan ekonomi dan mencatat kenaikan sebesar 4,52% pada triwulan II-2026.
“Industri pengolahan tumbuh karena didorong oleh permintaan domestik dan luar negeri,” ujar Edy dalam konferensi pers di kantor BPS, Jakarta, pada Rabu (5/8/2026).
Lebih lanjut, Edy merinci bahwa industri makanan dan minuman tumbuh 6,51%, didorong oleh peningkatan permintaan domestik dan luar negeri untuk produk seperti ikan olahan, daging ayam, susu, dan produk olahan susu. Sementara itu, industri barang logam; komputer, barang elektronik, optik; dan peralatan listrik mengalami pertumbuhan 8,04%, seiring dengan lonjakan permintaan luar negeri untuk komponen barang elektronik, baterai, dan peralatan listrik.
“Industri kimia, farmasi, dan obat tradisional tumbuh 4,99% didorong oleh peningkatan permintaan domestik bahan kimia dan barang dari bahan kimia,” tutur Edy.
Sektor perdagangan juga menunjukkan performa kuat dengan pertumbuhan 6,39%, berkontribusi sebesar 13,02% pada pertumbuhan ekonomi triwulan II-2026. Pertumbuhan ini dipicu oleh aktivitas perdagangan besar dan eceran, serta reparasi mobil dan sepeda motor, yang sejalan dengan peningkatan produksi pertanian dan industri pengolahan.
Peningkatan distribusi barang terjadi berkat suplai produk pertanian dan industri pengolahan domestik, ditambah produk impor. Penjualan mobil dan sepeda motor, khususnya mobil niaga, juga terpantau meningkat.
Lapangan usaha konstruksi mencatat pertumbuhan 6,68% dengan kontribusi 9,79% terhadap pertumbuhan ekonomi. Peningkatan ini didorong oleh aktivitas konstruksi dan investasi, termasuk realisasi belanja modal pemerintah untuk gedung, bangunan, jalan, irigasi, dan jaringan.
“Peningkatan penyaluran kredit konstruksi oleh perbankan. Ekspansi kawasan industri, Kawasan Ekonomi Khusus dan perumahan. Peningkatan realisasi konstruksi pembangunan infrastruktur Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih,” terang Edy.
Sementara itu, sektor informasi dan komunikasi tumbuh 6,97% dan memberikan kontribusi 4,3% pada triwulan II-2026. Pertumbuhan ini selaras dengan peningkatan aktivitas ekonomi digital. Pendapatan usaha beberapa perusahaan telekomunikasi juga meningkat seiring dengan lonjakan *traffic data*.
“Peningkatan volume transaksi perdagangan digital dan pembayaran digital terutama pada transaksi *mobile* dan *internet*. Pada saat yang sama terjadi peningkatan kapasitas *data center*,” pungkasnya.
Ikuti Detak Media

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.