— Pemerintah Indonesia berhasil meraup dana sebesar 7 miliar Chinese Renminbi (CNY) atau setara dengan US$1,033 miliar melalui penerbitan surat utang negara di pasar obligasi China. Penerbitan yang dikenal sebagai Panda Bond ini dilakukan pada Kamis (23/7/2026) sebagai bagian dari strategi pemerintah untuk mendiversifikasi sumber pembiayaan.

Direktur Jenderal Pengelolaan dan Pembiayaan Risiko Kementerian Keuangan, Suminto, menjelaskan bahwa penerbitan Panda Bond ini bertujuan untuk mendiversifikasi instrumen pembiayaan sekaligus memperluas basis investor. Langkah ini juga sejalan dengan kerja sama Indonesia dan China dalam skema penggunaan mata uang lokal atau Local Currency Transaction (LCT).

“Penerbitan Panda Bond dalam denominasi Yuan Tiongkok sangat strategis dalam konteks China sebagai mitra utama perdagangan maupun investasi. Penerbitan Panda Bond ini juga sinergis dengan Local Currency Transaction antara kedua negara yang tumbuh pesat,” ujar Suminto pada Kamis (23/7/2026) malam.

Penerbitan Panda Bond ini terbagi dalam dua seri berdasarkan jangka waktu. Seri pertama memiliki tenor 3 tahun senilai CNY 5,6 miliar dengan imbal hasil (yield) sebesar 1,9%. Seri kedua memiliki tenor 5 tahun senilai CNY 1,4 miliar dengan yield sebesar 2,19%.

Secara keseluruhan, total permintaan investor mencapai CNY 17 miliar, yang berarti sekitar 2,4 kali lebih besar dibandingkan nilai obligasi yang diterbitkan. Untuk seri tenor 3 tahun, permintaan mencapai CNY 12,38 miliar dari penerbitan CNY 5,6 miliar, menghasilkan rasio kelebihan permintaan (bid to cover ratio) sebesar 2,2 kali.

Sementara itu, seri tenor 5 tahun mencatat permintaan sebesar CNY 4,62 miliar untuk penerbitan CNY 1,4 miliar, dengan bid to cover ratio mencapai 3,3 kali. Tingginya permintaan investor dan imbal hasil yang kompetitif ini menunjukkan kepercayaan yang kuat terhadap fundamental ekonomi dan kredibilitas pengelolaan fiskal Indonesia.

Hal ini juga diperkuat oleh peringkat AAA/Stable yang diberikan oleh China Lianhe Credit Rating Co., Ltd. untuk penerbitan Panda Bond ini. Rasio bid-to-cover keseluruhan sebesar 2,4 kali mengindikasikan bahwa permintaan investor jauh melampaui jumlah obligasi yang ditawarkan. Transaksi ini dijadwalkan akan diselesaikan (settlement) pada 30 Juli 2026, saat dana hasil penerbitan resmi diterima oleh pemerintah.