Detak Media — Pameran Kecantikan IndoBeauty 2026 yang berlangsung di Jiexpo Kemayoran, Jakarta, pada 5-7 Agustus 2026, dimeriahkan oleh beragam kegiatan workshop dan kompetisi make-up. Pameran berskala internasional ini bertujuan utama untuk mendorong pertumbuhan bisnis, inovasi, dan kolaborasi yang berkelanjutan dalam industri kecantikan.
Memasuki penyelenggaraan ke-16, IndoBeauty Expo telah berevolusi menjadi sebuah ajang bisnis internasional yang signifikan. Pameran ini menjadi platform penting untuk mempertemukan produsen, distributor, pemilik merek, para profesional di bidang kecantikan, investor, serta pelaku usaha dari berbagai negara. “Melalui pameran ini, kami ingin menciptakan lebih banyak peluang kemitraan, memperluas jaringan bisnis, serta memperkuat daya saing industri kecantikan Indonesia agar semakin siap bersaing di pasar global,” ujar CEO Krista Exhibitions Group, Daud D. Salim, saat membuka pameran pada Rabu (5/8/2026).
IndoBeauty Expo 2026 diselenggarakan bekerja sama dengan Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (APRINDO). Pameran ini menghadirkan 65 peserta pameran yang berasal dari lebih dari 8 negara, termasuk Uni Emirat Arab, Indonesia, Arab Saudi, Korea Selatan, Thailand, Hong Kong, Malaysia, dan China. Selama tiga hari penyelenggaraan, berbagai aktivitas menarik disajikan.
Salah satu agenda unggulan yang ditawarkan adalah Indo Beauty Business Workshop & Competition. Rangkaian kegiatan ini menyajikan beragam kategori kompetisi yang dirancang untuk meningkatkan kompetensi sekaligus memberikan apresiasi terhadap kreativitas para profesional di bidang kecantikan. Daud menargetkan pameran ini dapat menarik kunjungan antara 15.000 hingga 20.000 orang.
Kategori yang diperlombakan dalam kompetisi tersebut meliputi Permanent Makeup Lips, Permanent Makeup Hairstroke, Permanent Makeup Ombre, Makeup Competition, serta Nail Art Competition. Selain itu, pengunjung juga berkesempatan untuk mengikuti berbagai seminar, workshop, dan talkshow yang akan menghadirkan para praktisi, pelaku industri, serta tokoh kecantikan nasional terkemuka. Program Indo Beauty Competition Talkshow akan menghadirkan narasumber seperti Leony Liem, Arnes Sunomi, serta Ketua Barbershop Indonesia. Mereka akan berbagi wawasan mendalam mengenai perkembangan tren kecantikan terkini, strategi peningkatan kompetensi sumber daya manusia, inovasi teknik terbaru, hingga peluang bisnis yang menjanjikan di industri kecantikan yang kian kompetitif.
UMKM Kecantikan Didorong Masuk ke Ritel Modern
Krista Exhibitions Group berkomitmen untuk terus menyelenggarakan pameran yang tidak hanya berfungsi sebagai sarana promosi produk, tetapi juga sebagai ruang kolaborasi, pertukaran pengetahuan, dan pengembangan industri secara menyeluruh. “Kami optimistis IndoBeauty Expo 2026 akan memberikan nilai tambah yang signifikan bagi seluruh pelaku industri serta mendorong terciptanya ekosistem kecantikan yang lebih inovatif, berkelanjutan, dan berdaya saing internasional,” ujar Daud.
Melalui rangkaian program yang komprehensif, IndoBeauty Expo 2026 diharapkan dapat menjadi pusat pertukaran pengetahuan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta penguatan ekosistem industri kecantikan Indonesia agar mampu bersaing secara global.
Hal senada juga ditegaskan oleh Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (APRINDO), Solihin. Ia menyoroti bahwa industri kecantikan merupakan salah satu sektor yang menunjukkan pertumbuhan positif di Indonesia. “Meningkatnya kesadaran masyarakat pada personal care, kesehatan, dan gaya hidup telah mendorong berkembangnya berbagai inovasi produk. Pertumbuhan ini menjadi peluang besar untuk terus meningkatkan daya saingnya,” kata Solihin.
Solihin menambahkan bahwa inovasi di bidang kecantikan membutuhkan ekosistem bisnis yang kuat untuk dapat berkembang lebih luas dan berkualitas. “Di sinilah peran retail modern menjadi sangat penting, bukan sekadar tempat menjual produk, namun merupakan jalur distribusi yang menghubungkan inovasi industri dengan kebutuhan konsumen untuk dapat masuk ke jaringan retail modern. Namun, suatu produk harus dapat memenuhi aspek kualitas, keamanan, kepatuhan regulasi, serta memiliki daya saing. Karena itu, APRINDO mendorong semakin banyak produk, termasuk UMKM kecantikan, agar dapat masuk ke retail modern,” jelas Solihin.
Ikuti Detak Media

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.