Detak Media — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat signifikan sebesar 85,12 poin atau 1,37% ke level 6.319,6 pada penutupan perdagangan Selasa (4/8/2026). Penguatan ini didukung oleh mayoritas sektor saham di bursa.
Sejumlah saham dalam indeks LQ45 terpantau mengalami kenaikan, termasuk PT Indika Energy Tbk (INDY) yang melesat 7,69% dan PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR) yang naik 7%. Selain itu, saham ENZO, PRDL, dan HDFA berhasil mencapai Auto Rejection Atas (ARA), menunjukkan lonjakan harga yang signifikan.
Saham-saham lain yang juga melonjak dan masuk dalam daftar top gainers mencakup ENZO dan MBTO, dengan kenaikan harga berkisar antara 22% hingga 34%. Secara keseluruhan, dari total saham yang diperdagangkan, sebanyak 394 saham menguat, 249 saham melemah, dan 320 saham stagnan. Nilai transaksi bursa tercatat mencapai Rp 12,9 triliun.
Mayoritas sektor saham menunjukkan performa positif pada penutupan pasar hari ini. Sektor properti memimpin penguatan dengan kenaikan 2,72%, diikuti oleh sektor barang baku (2,17%), transportasi (1,59%), energi (1,04%), keuangan (1,03%), infrastruktur (1,03%), kesehatan (0,91%), perindustrian (0,85%), dan barang konsumen primer (0,78%).
Di sisi lain, terjadi pelemahan pada sektor barang konsumen non-primer sebesar 0,1% dan sektor teknologi sebesar 0,07%.
Pilarmas Investindo Sekuritas menyatakan bahwa penguatan IHSG sejalan dengan reli bursa saham Asia yang mengikuti tren positif Wall Street. Pelaku pasar merespons positif membaiknya aktivitas manufaktur Amerika Serikat, yang tercermin dari kenaikan indeks ISM Manufacturing menjadi 55,6 dari 53,3, laju kenaikan tercepat dalam lebih dari empat tahun.
Di samping itu, Pilarmas mencatat bahwa pelaku pasar masih mencermati perkembangan geopolitik di Timur Tengah. Pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengenai pembicaraan dengan Iran terkait pembukaan kembali Selat Hormuz dibantah oleh Iran yang menyatakan tidak ada negosiasi.
Dari pasar domestik, Pilarmas menilai penguatan IHSG juga ditopang oleh inflasi yang terkendali. Inflasi tahunan Indonesia pada Juli 2026 tercatat 2,88%, masih berada dalam kisaran sasaran Bank Indonesia sebesar 2,5% ±1%. Kondisi ini menunjukkan konsistensi kebijakan moneter serta sinergi pengendalian inflasi antara Bank Indonesia dan pemerintah.
Pasar juga menanti rilis data produk domestik bruto (PDB) Indonesia kuartal II-2026 yang dijadwalkan diumumkan pada Rabu (5/8/2026).
Saham dengan Cuan Terbesar
Pada hari ini, lima saham memberikan keuntungan terbesar dengan kenaikan harga mencapai 22% hingga 34% dalam satu hari. Saham-saham tersebut meliputi PT Morenzo Abadi Perkasa Tbk (ENZO) yang melesat 34,8% menjadi Rp 89, PT Personel Alih Daya Tbk (PADA) yang naik 26,8% menjadi Rp 189, dan PT Prodia Diagnostic Line Tbk (PRDL) yang melonjak 25% menjadi Rp 330.
Selanjutnya, saham PT Radana Bhaskara Finance Tbk (HDFA) meningkat 24,4% menjadi Rp 112, dan PT Martina Berto Tbk (MBTO) terangkat 22,3% menjadi Rp 148.
Saham dengan Pelemahan Signifikan
Sementara itu, beberapa saham mengalami pelemahan yang cukup dalam. PT Bach Multi Global Tbk (BACH) longsor 14,7% menjadi Rp 865, PT Tempo Inti Media Tbk (TMPO) ambles 14,4% menjadi Rp 130, dan PT Kokoh Exa Nusantara Tbk (KOCI) jatuh 8,5% menjadi Rp 107.
Selain itu, saham PT Indonesia Prima Property Tbk (OMRE) terjungkal 7,6% menjadi Rp 960, dan PT Niramas Utama Tbk (JELI) terkikis 7,6% menjadi Rp 725.
Ikuti Detak Media

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.