Detak Media — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil ditutup menguat pada akhir perdagangan Jumat, 31 Juli 2026. IHSG tercatat naik 49,7 poin atau 0,8% ke level 6.236,1.
Penguatan ini turut didorong oleh sejumlah saham yang masuk dalam indeks LQ45. PT Vale Indonesia Tbk (INCO) terpantau melesat 7,6%, sementara PT Surya Citra Media Tbk (SCMA) melonjak 5,05%.
Selain itu, saham-saham lain yang masuk dalam daftar top gainers juga mencatatkan lonjakan harga yang signifikan, mulai dari saham IATA hingga OPMS, dengan kenaikan mencapai 23% hingga 33%.
Secara keseluruhan, dari 938 saham yang diperdagangkan, sebanyak 455 saham menguat, 205 saham melemah, dan 303 saham lainnya stagnan. Total nilai transaksi di bursa pada hari itu mencapai Rp 18 triliun.
Mayoritas sektor saham juga menunjukkan tren positif pada penutupan pasar. Sektor barang baku memimpin penguatan dengan kenaikan 2,5%, diikuti oleh sektor kesehatan sebesar 2,43% dan sektor teknologi yang naik 2,23%.
Sektor barang konsumen non-primer juga menguat 1,95%, disusul sektor properti 1,52%, dan sektor perindustrian 1,2%. Sektor infrastruktur naik 0,67%, sektor energi 0,65%, sektor transportasi 0,52%, dan sektor keuangan 0,18%. Hanya sektor barang konsumen primer yang sedikit melemah sebesar 0,03%.
Analis Pilarmas Investindo Sekuritas menjelaskan bahwa sentimen positif datang dari Amerika Serikat, di mana inflasi Personal Consumption Expenditures (PCE) pada Juni melandai menjadi 3,7% secara tahunan (year on year/yoy). Pertumbuhan ekonomi AS pada kuartal II juga tercatat melambat menjadi 1,5% yoy.
Di dalam negeri, sentimen positif turut ditopang oleh putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang menyatakan pendanaan program makan bergizi gratis tidak boleh menggunakan anggaran pendidikan. Selain itu, pasar merespons positif sinyal dari Presiden terpilih Prabowo Subianto yang mengusulkan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Destry Damayanti, sebagai calon Gubernur BI definitif.
Pelaku pasar menilai pengalaman Destry Damayanti di bidang kebijakan moneter dan stabilitas sistem keuangan berpotensi menjaga kesinambungan kebijakan Bank Indonesia dan memberikan kepastian bagi pelaku pasar.
Pilarmas menambahkan, dukungan terhadap IHSG juga datang dari investor asing yang kembali mencatatkan aksi beli bersih (net buy) sebesar Rp 100,16 miliar di pasar reguler pada perdagangan sesi I.
Lima Saham Berikan Cuan Terbesar
Pada perdagangan hari ini, saat IHSG menguat, terdapat lima saham yang memberikan keuntungan paling besar dengan kenaikan harga mencapai 23% hingga 33% dalam satu hari.
Saham-saham tersebut antara lain PT Karya Pacific Energy Tex Tbk (IATA) yang melesat 33,3% menjadi Rp 76, PT Prime Agri Resources Tbk (SGRO) yang melonjak 24,8% menjadi Rp 4.070, dan PT Tunas Alfin Tbk (TALF) yang naik 24,5% menjadi Rp 710.
Selain itu, saham PT Lotte Chemical Titan Tbk (FPNI) tercatat meningkat 24,5% menjadi Rp 406, dan PT Optima Prima Metal Sinergi Tbk (OPMS) terangkat 23,8% menjadi Rp 130.
Di sisi lain, terdapat beberapa saham yang mengalami pelemahan signifikan. PT Habco Trans Maritima Tbk (HATM) tercatat longsor 8,6% menjadi Rp 530, PT Ever Shine Tex Tbk (ESTI) ambles 8,19% menjadi Rp 157, dan PT Jakarta Setiabudi Internasional Tbk (JSPT) jatuh 8,12% menjadi Rp 1.470.
Saham PT Aman Agrindo Tbk (GULA) juga terpantau terjungkal 7,6% menjadi Rp 790, dan PT Lovina Beach Brewery Tbk (STRK) terkikis 7,35% menjadi Rp 63.
Ikuti Detak Media

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.