— Harga emas dunia ditutup menguat pada perdagangan Selasa (4/8/2026) waktu setempat. Penguatan ini terjadi setelah harga minyak mentah anjlok lebih dari 5%, yang dinilai meredakan kekhawatiran inflasi dan memperkuat ekspektasi bahwa ruang kenaikan suku bunga Amerika Serikat (AS) semakin terbatas.

Harga emas spot tercatat naik 0,55% menjadi US$ 4.077,48 per ons troi. Sementara itu, kontrak emas berjangka AS melonjak 1,07% ke US$ 4.134,2 per ons troi.

Penurunan harga minyak terjadi setelah pernyataan pejabat Qatar dan AS memunculkan harapan penyelesaian diplomatik perang Iran. Hal ini berpotensi memperlancar kembali arus pasokan minyak melalui Selat Hormuz.

Kepala Strategi Komoditas Global TD Securities Bart Melek mengatakan, turunnya harga minyak menjadi salah satu faktor utama yang menopang kenaikan emas. “Penurunan harga minyak turut memengaruhi prospek suku bunga karena mendorong penurunan ekspektasi suku bunga jangka pendek,” ujarnya.

Harga energi yang lebih rendah dipandang dapat mengurangi tekanan inflasi. Kondisi ini menurunkan kebutuhan bank sentral AS untuk mempertahankan suku bunga tinggi dalam waktu lebih lama, yang menjadi sentimen positif bagi emas yang tidak memberikan imbal hasil.

Di sisi lain, Presiden The Fed New York John Williams sebelumnya menyatakan tetap optimistis inflasi akan terus melandai. Namun, ia menegaskan bank sentral siap kembali menaikkan suku bunga apabila tekanan harga kembali meningkat.

Pelaku pasar saat ini memperkirakan peluang sekitar 57% bagi The Fed untuk menaikkan suku bunga pada pertemuan September, setelah sebelumnya bank sentral mempertahankan suku bunga pada rapat terakhir dengan keputusan yang terbelah.

Fokus pada Data Ketenagakerjaan AS

Investor kini mengalihkan fokus pada serangkaian data ketenagakerjaan AS pekan ini. Laporan ADP pada Rabu (5/8/2026) dan data nonfarm payrolls pada Jumat (7/8/2026) diperkirakan akan menjadi petunjuk penting arah kebijakan moneter The Fed berikutnya.

Sementara itu, logam mulia lainnya juga menunjukkan penguatan. Harga perak spot naik 2,8% menjadi US$ 59,82 per ons troi, platinum melonjak 7,1% menjadi US$ 1.742,63 per ons troi, sedangkan paladium turut melesat 7,1% ke US$ 1.354,27 per ons troi.

Analis independen Ross Norman menilai, logam kelompok platinum memperoleh sentimen positif dari meningkatnya harapan meredanya konflik Iran. Sebagai logam industri, prospek permintaannya dinilai membaik seiring potensi pemulihan aktivitas ekonomi.