— Harga emas melonjak 2% pada hari Rabu, menyusul keputusan Federal Reserve (The Fed) untuk mempertahankan suku bunga acuan tetap stabil. Langkah ini menyebabkan pelemahan nilai dolar Amerika Serikat dan imbal hasil obligasi pemerintah AS.

Menurut laporan dari CNBC International, harga emas spot tercatat naik 1,9% menjadi US$ 4.101,99 per troy ounce. Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Agustus mengalami sedikit pelemahan sebesar 0,1% di angka US$ 4.036,30 per troy ounce.

Keputusan The Fed untuk menahan suku bunga menimbulkan pertanyaan mengenai bagaimana Ketua The Fed, Kevin Warsh, akan mencapai komitmennya untuk menekan inflasi kembali ke target 2%. Meskipun demikian, Warsh menyatakan bahwa bank sentral AS tidak memiliki “target lunak” yang lebih tinggi untuk inflasi dan tetap bertekad memenuhi target 2% yang telah ditetapkan, sekalipun suku bunga dipertahankan di tengah angka inflasi yang tinggi.

Dolar AS melemah terhadap euro pada hari Rabu pasca pengumuman kebijakan suku bunga The Fed. Kondisi ini membuat emas menjadi lebih terjangkau bagi pembeli internasional. Bersamaan dengan itu, imbal hasil obligasi Treasury AS 10 tahun acuan memangkas kenaikan yang sempat terjadi sebelumnya.

“Emas memimpin reli aset yang moderat meskipun Ketua Warsh terdengar cukup hawkish secara keseluruhan, ini terasa seperti reli pemulihan setelah The Fed mempertahankan suku bunga tetap. Namun, belum diketahui dengan jelas berapa lama tren ini akan berlangsung. Gaya bahasa Warsh canggih dan cukup kompleks, jadi pasar mungkin akan berubah pikiran setelah refleksi yang lebih dalam,” ujar Tai Wong, seorang pedagang logam independen.

Wong menambahkan, “Pasar obligasi jangka panjang sedang panik dan menyeret saham turun menjelang penutupan. Ketakutan akan inflasi membantu emas berkinerja lebih baik,” katanya, merujuk pada peran tradisional emas sebagai aset lindung nilai terhadap inflasi.