— Harga emas terpantau menguat pada perdagangan Senin, 3 Agustus 2026. Penguatan ini terjadi seiring dengan anjloknya harga minyak dunia. Penurunan harga minyak dipicu oleh pernyataan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang menunda serangan baru terhadap Iran dan membuka peluang tercapainya kesepakatan untuk meredakan konflik di Timur Tengah.

Saat berita ditulis, harga emas hari ini dilaporkan naik 0,31% menjadi US$ 4.055,35 per ons troi. Sementara itu, kontrak berjangka emas AS tercatat menguat 0,1% ke level US$ 4.111,44 per ons troi.

Menurut laporan Reuters, kenaikan harga emas terjadi setelah Trump menyatakan bahwa Iran dan sejumlah negara di Timur Tengah meminta waktu untuk menyelesaikan kesepakatan. Kesepakatan ini diharapkan dapat membuka kembali Selat Hormuz secara penuh sekaligus mengakhiri ancaman nuklir Iran.

Pernyataan tersebut sontak memicu penurunan harga minyak dunia lebih dari US$ 5 per barel pada awal perdagangan. Hal ini disebabkan oleh meredanya kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan pasokan energi global.

Meskipun ketegangan geopolitik mulai menunjukkan tanda-tanda mereda, pelaku pasar tetap menunjukkan kewaspadaan terhadap prospek inflasi dan arah kebijakan moneter Amerika Serikat.

Sebelumnya, sejak konflik AS-Iran memanas, harga emas sempat berada di bawah tekanan. Lonjakan harga energi berpotensi mendorong inflasi lebih tinggi, yang dapat memaksa bank sentral, termasuk The Fed, untuk mempertahankan atau bahkan menaikkan suku bunga. Suku bunga yang tinggi umumnya mengurangi daya tarik emas karena logam mulia tidak memberikan imbal hasil.

Sentimen ini kembali menguat setelah tiga pejabat The Fed, yang pekan lalu mendukung kenaikan suku bunga, menegaskan bahwa inflasi masih berada di atas target 2%. Mereka menekankan perlunya kebijakan moneter yang lebih ketat untuk mengendalikan kenaikan harga.

Fokus Data Tenaga Kerja AS

Selain perkembangan geopolitik, perhatian investor pekan ini juga tertuju pada serangkaian data ketenagakerjaan AS yang diperkirakan menjadi penentu arah pasar. Data yang akan dirilis meliputi lowongan pekerjaan (JOLTS), ADP Employment Report, klaim pengangguran mingguan, hingga laporan Non-Farm Payrolls (NFP) pada Jumat, 7 Agustus 2026.

Rangkaian data ini akan menjadi acuan penting bagi investor dalam menilai peluang perubahan kebijakan suku bunga The Fed dalam beberapa bulan mendatang.

Di pasar logam mulia lainnya, perak spot dilaporkan naik 0,68% menjadi US$ 58,06 per ons troi. Platinum menguat 0,31% menjadi US$ 1.650,36 per ons troi, sementara paladium melonjak 1,34% ke US$ 1.295,55 per ons troi.

Penguatan harga paladium turut didukung oleh laporan dari produsen terbesar dunia, Norilsk Nickel, yang mencatat kenaikan pendapatan dan laba bersih pada semester I-2026.