— Harga emas bergerak menguat tipis pada perdagangan Selasa, 4 Agustus 2026, didorong oleh ketidakpastian konflik Timur Tengah dan penantian pasar terhadap data ketenagakerjaan Amerika Serikat. Data ini akan menjadi petunjuk arah kebijakan suku bunga The Fed.

Harga emas spot tercatat naik 0,23% menjadi US$ 4.064,43 per ons troi. Sementara itu, kontrak berjangka emas AS menguat 0,72% ke level US$ 4.120,9 per ons troi.

Pelaku pasar kini menantikan sejumlah data penting dari pasar tenaga kerja AS, termasuk data lowongan kerja (JOLTS), laporan tenaga kerja swasta ADP, dan data nonfarm payrolls yang akan dirilis pada Jumat. Rangkaian data ini dipercaya akan memengaruhi ekspektasi terhadap langkah The Fed pada pertemuan berikutnya.

Direktur Kedia Commodities, Ajay Kedia, mengatakan bahwa harga emas saat ini masih dalam fase konsolidasi. “Jika pasar tenaga kerja AS melemah, dolar AS berpotensi tertekan dan kondisi tersebut dapat mendorong kenaikan harga emas,” ujarnya.

Selain data ekonomi, perkembangan konflik di Timur Tengah juga terus dicermati. Presiden AS Donald Trump menyatakan pembicaraan dengan Iran sedang berlangsung dan menyebutnya sebagai ‘peluang terakhir’ bagi Teheran untuk mencapai kesepakatan. Namun, Iran membantah adanya negosiasi maupun rencana pertemuan dengan AS.

Ketegangan geopolitik telah mendorong kenaikan biaya energi dan meningkatkan kekhawatiran terhadap inflasi global. Meskipun emas dikenal sebagai aset lindung nilai terhadap inflasi, kenaikan suku bunga biasanya mengurangi daya tarik logam mulia karena tidak memberikan imbal hasil.

Saat ini, pelaku pasar memperkirakan peluang sekitar 65% bahwa The Fed akan kembali menaikkan suku bunga pada September. Menurut Kedia, apabila ekspektasi kenaikan suku bunga mulai mereda, harga emas berpotensi memperoleh dukungan.

Presiden The Fed Bank of New York, John Williams, menyatakan bahwa inflasi masih berada di jalur penurunan secara bertahap. Namun, bank sentral siap kembali menaikkan suku bunga apabila tekanan inflasi tidak kunjung mereda.

Citi Tetap Optimistis

Di tengah pergerakan harga yang masih terbatas, Citi mempertahankan prospek bullish untuk emas dalam jangka menengah.

Bank investasi tersebut memperkirakan harga emas cenderung bergerak datar atau bahkan melemah dalam satu bulan ke depan. Namun, setelah periode tersebut, emas diproyeksikan menguat hingga US$ 4.500 per ons troi pada kuartal IV-2026, sebelum berpotensi mencapai US$ 5.000 per ons troi pada semester pertama 2027.

Proyeksi ini didasarkan pada ekspektasi meredanya tekanan suku bunga serta meningkatnya permintaan terhadap aset safe haven di tengah ketidakpastian ekonomi dan geopolitik global.