— Pandemi Covid-19 menjadi momen transformatif bagi banyak orang, tak terkecuali Hikma Nurul Audhliya, yang kini sukses menjalankan bisnis makanan sehat bernama “Salad Umma”. Peristiwa yang dimulai Maret 2020 itu seolah mengembalikan Hikma ke titik nol kehidupannya bersama keluarga.

Sebelum terjun ke dunia makanan sehat, Hikma berprofesi sebagai make up artist. Namun, kebijakan pembatasan aktivitas selama pandemi seketika menghentikan seluruh pekerjaannya. Situasi semakin sulit ketika klien meminta pengembalian uang muka (DP) akibat banyaknya acara yang dibatalkan.

“Terakhir make up itu di Bandung, lalu pulang. Habis dari situ tiba-tiba langsung lockdown. Awalnya masih aman, tapi sudah tidak ada pekerjaan make up lagi karena mulai ada pembatasan. Sementara kita masih punya kewajiban yang harus dibayar tiap bulan. Kita sampai jual semua perlengkapan make up, baju, sampai koper dan isinya, bahkan mobil juga dijual. Itu benar-benar titik nol,” kenang Hikma.

Ia merasa seolah dipaksa untuk beristirahat dari kesibukannya. Kondisi memburuk ketika ia terpapar Covid-19 pada Juli 2020 dan harus menjalani isolasi. Selama masa pemulihan, Hikma mulai meneliti tren gaya hidup sehat yang meningkat di tengah pembatasan, di mana banyak orang beralih mengonsumsi sayur dan buah. Namun, rasa pesimis sempat melandanya mengingat pengalamannya yang hanya sebatas merias.

Setelah pulih, Hikma bangkit dengan mengikuti program Kartu Prakerja. Dari pelatihan yang didapat, ia merintis usaha kecil berbasis makanan. Dengan insentif pertama sebesar Rp600 ribu, ia mulai menjajakan salad sayur, ayam bakar, dan kue kering. Seiring waktu, Hikma melihat salad sayur menjadi produk yang paling diminati pasar. Ia pun memfokuskan usahanya pada produk tersebut. Di akhir 2020, usaha saladnya menunjukkan peningkatan seiring tren gaya hidup sehat pasca-pandemi.

Dengan modal awal Rp2,4 juta dari voucher pelatihan Prakerja, Hikma perlahan membeli peralatan dapur seperti chopper, talenan, dan pisau khusus untuk mengembangkan usaha saladnya. Pesanan salad buah untuk acara ulang tahun pun mulai berdatangan, dan respons positif konsumen mendorong promosi dari mulut ke mulut.

Pada 2023, Hikma mengikuti program Jakarta Entrepreneur untuk mendapatkan sertifikasi halal dan pelatihan usaha, yang memberikannya dukungan peralatan seperti blender, kulkas, dan mesin sealer.

Buka Outlet di Rumah Mertua

Perkembangan usaha semakin signifikan ketika Hikma membuka outlet sederhana di rumah mertuanya. Keberadaan outlet ini langsung meningkatkan penjualan hingga dua kali lipat, mencapai Rp1 juta hingga Rp2 juta per hari. Area yang tadinya berfungsi sebagai gudang kini disulap menjadi tempat yang menarik dengan konsep open kitchen, dominasi warna putih dan hijau, serta dilengkapi pendingin ruangan dan aroma terapi.

Driver ojek online kalau menunggu saya persilahkan untuk men-charge handphone atau memakai wifi yang tersedia. Kadang kan kalau mempersiapkan pesanan suka agak lama, jadi supaya mereka tidak kesal,” ungkap Hikma.

Pembangunan outlet ini didanai melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) BRI. Setelah hanya bertanya-tanya di awal, Hikma dikejutkan dengan respons cepat pihak BRI yang menghubungi keesokan harinya. Proses survei hingga pencairan dana sebesar Rp100 juta hanya memakan waktu tiga hari.

“Di BRI kami dibantu semuanya. Karena kan baru beberapa hari sebelumnya saya cuma tanya soal brosur, lalu tiba-tiba jadi. Prosesnya hanya tiga hari. Jadi menurut saya, cepat sekali dan semudah itu. Kalau datanya lengkap ya mudah. Selain itu, pihak BRI juga melakukan monitoring progres usaha. Waktu manajer area survei, mereka tanya progres usaha sampai mana, lalu kita tunjukkan. Mereka juga minta pembukuan,” jelas Hikma.

Fasilitas KUR BRI ini tidak hanya meningkatkan kepercayaan diri Hikma, tetapi juga membangun kepercayaan pelanggan. Hal ini terlihat dari lonjakan pengikut media sosialnya. Dari sekitar 300 ribu pengikut pada 2020, angka tersebut melonjak menjadi 2,1 juta dalam enam bulan setelah pembukaan outlet.

Hikma menambahkan bahwa kehadiran outlet fisik memberikan pengalaman langsung bagi pelanggan yang tidak dapat sepenuhnya digantikan oleh penjualan online. Hal ini berdampak pada peningkatan omzet, di mana pelanggan yang awalnya membeli satu produk, akhirnya membeli lebih banyak.

Targetkan Ekspansi dalam 3 Tahun

Hikma telah menyusun roadmap pengembangan usaha dalam tiga tahap. Pada 2026, fokusnya adalah merapikan dan memperkuat fondasi bisnis. Ekspansi baru akan dimulai pada 2027, dengan harapan memetik hasil pada 2028.

“Salad Umma di 2026 ini adalah tahun merapikan. Karena ini tahun pertama outlet, jadi saya belum banyak ekspansi. Saya masih menguatkan akarnya dulu. Ibaratnya kalau dipotret, 2026 itu masih akar, kemudian dirapikan dulu. 2027 itu batang mulai naik, dan 2028 baru berbuah,” katanya.

Pada 2027, targetnya bukan untuk memperbesar outlet yang ada, melainkan mencari lokasi strategis. “Kalau di sini kan hidden gem. Jadi ke depan saya justru ingin ekspansi di tempat-tempat pusat kesehatan. Misalnya klinik, rumah sakit, pusat olahraga, dekat padel, dekat gym. Orang sekarang ke gym, ke padel, makan sehat, diet. Jadi menurut saya prospeknya ini besar banget. Enggak perlu tempat besar, yang penting operasional untuk salad dan jus. Kita sudah tahu di mana kolamnya dan di mana ikannya, tinggal didatangi,” jelasnya.

Menghadapi persaingan, Hikma menitikberatkan pada konsep diabetic friendly dan bahan baku yang fresh. “Kalau yang lain saladnya banyak mayo, saya lebih banyak yogurtnya. Enggak pakai gula, tapi tetap manis. Kami juga mulai mengganti beberapa menu, semisal susu diganti fiber cream untuk yang kolesterol atau darah tinggi. Ada juga menu tertentu seperti triple chocolate yang tidak pakai gula, karena cokelatnya sendiri sudah manis. Untuk sayuran kami pilih yang organik. Jadi kami enggak belanja di pasar sembarangan, tapi pilih langsung dari supplier,” ujarnya.

Hikma meyakini bisnis makanan sehat memiliki prospek jangka panjang seiring perubahan gaya hidup masyarakat. Baginya, kesuksesan tidak hanya diukur dari materi, tetapi juga dari dampak positif yang dihasilkan. “Kalau usaha kita bisa bikin orang senang, itu sudah bagian dari sukses. Saya berharap bisnis Salad Umma dapat terus berkembang tanpa meninggalkan nilai yang dipegang sejak awal. Saya ingin usaha ini bukan cuma bisnis, tapi juga jadi solusi gaya hidup sehat dan membawa manfaat untuk banyak orang,” katanya.